Terjadi Polemik Atas Sengketa Lahan Antar PT. PBI dan PT. CMI, Bagaimana Peranan Pemerintah..????

Ketapang291 Dilihat

Foto:Atas Ahmad Upin Ramadhan didampingi Tengku Amiril Mukminin, S.H selalu Kuasa Hukum di ruang sidang Pengadilan Negeri Ketapang. Bawah lahan yang sedang dalam sengketa 

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Sengketa Lahan kerap terjadi di Masyarakat, kali ini terjadi sengketa antar Perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan(IUP) sebut saja PT. Putra Berlian Indah(PT. PBI) dan PT. Citra Meneral Investindo(PT. CMI).

Diharapkan kehadiran Pemerintah dapat memberikan kepastian agar tidak menjadi Polemik berkepanjangan dan kerugian bagi pihak-pihak yang merasa memiliki izin.

Direktur Utama PT. Putra Berlian Indah (PBI) Ahmad Upin Ramadan meminta Pemerintah melalui instansi terkait, baik Pemerintah daerah maupun Pusat, terutama di PTSP Provinsi Kalimantan Barat untuk segera melakukan peninjauan kembali izin PT. CMI yang berada di site Air Upas Kabupaten Ketapang Kalbar.

“Berdasarkan peraturan menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional(ATR/BPN) Republik Indonesia nomor 13 tahun 2021 dan peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2021, “Penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis resiko sistem online singgel sobmission (oss) merupakan pelaksana undang undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, wajib dimiliki setiap pelaku usaha”, oleh karna itu saya atas nama Ahmad Upin Ramadan direktur Utama PT. Putra Berlian Indah meminta kepada Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat maupun Pemerintah Pusat untuk meninjau kembali perizinan PT. Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) sehingga tidak merugikan pelaku usaha yang lain, bagaimana tidak, karna PT. CMI terindikasi melakukan pencaplokan lahan milik PT. PBI,” ungkapnya kepada awak media pada Rabu( 7/2/2024 )di depan Pengadilan Negeri Ketapang.

Ahmad Upin Ramadan selaku direktur Utama PT. PBI meminta dan berharap kepada pengadilan negeri Ketapang agar menetapkan status GUO atas lahan yang sedang dalam sengketa. Demi kenyamanan dan kepuasan serta adanya keadilan dalam persidangan. Serta tidak membiarkan PT. CMI tetap lakukan aktivitas kegiatan di lapangan selama persidangan masih berlangsung.

“Karena saya bicara berdasarkan fakta di  lapangan, sudah sampai sejauh ini PT. CMI tetap melakukan aktivitas penambangan di areal yang belum jelas status nya, tapi berdasar kan surat dokumen yang di miliki PT. PBI lahan tersebut masuk dalam ijin nya PBI yang selama ini lahan tersebut masih dalam sengketa antara PT. PBI dan PT. CMI, namun sangat di sayangkan pengerukan tetap berjalan, pengambilan material untuk disuplai ke PT. WHW, lahan kami yang masih dalam proses perkara. SENGKETA LAHAN, ” ujar Ahmad Upin Ramadan.

Dari redaksi media ini masih berupaya untuk menggali keterangan serta konfirmasi kepada pihak pengadilan dan pihak terkait dalam perihal tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan belum mendapat keterangan bagaimana kelanjutan status kahan yang dimaksud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *