
Suharto, Has Tokoh Masyarakat Desa Matan Jaya
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Kayong Utara pada Minggu (16/10) lalu berjalan dengan lancar, aman dan tertib.
Salah satunya Desa Matan Jaya, Kecatan Simpang Hilir, tahapan proses telah selesai dengan aman dan terkendali. Hal itu diapresiasi oleh tokoh masyarakat Matan Jaya, Suharto, Has.
“Saya sangat berterimakasih pada masyarakat Desa Matan Jaya karna sudah bisa melaksanakan memilih pemimpinya dengan aman dan tidak terpopokasi politik pribadi,” ungkap Suharto kepada Media ini melalui Sambungan Seluler Selasa(25/10/2022).
Kemudian pria yang akrab disapa Paklang To itu mengatakan, meskipun pada saat pemilihan mungkin ada perbedaan pandangan itu sah-sah saja, namun kenyataanya sampai saat sekarang masyarakat bisa mengartikan sebuah demokrasi.
“Masyarakat Desa Matan Jaya bersatu seperti sediakalanya tidak ada perselisihan, bahkan masyarakat Desa Matan Jaya tidak sabar lagi menunggu acara pelantikan untuk mengucapkan selamat kepada kandidat pemenang dalam Pilkades nomor urut 3, saudara Junai yang akan melaksanakan tugas sebagai Kepala Desa Matan Jaya,” ujar paklang to.
Suharto berharap pada calon terpilih bisa melaksanakan visi-misi dan program kedepan, sehingga Desa Matan Jaya lebih maju dan bisa berkembang.
“Saya Suharto.Has mengucapkan selamat pada saudara Junai, harapan saya kedepannya sebagai kepala desa bisa mematuhi peraturan dan Undang-undang Desa, bukan hanya ambisi dan arogansi tapi mengedepankan aturan sehingga desa Matan Jaya bisa jaya dan sejahtera,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Suharto, Sebagai Kepala Desa yang lebih penting membina perangkat desa yang berkerja di kantor desa agar menjadi sejahtera.
“Jika perangkat desanya aman secara otomatis program desa akan terlaksana dengan baik. Jangan seperti yang berlalu atau yang sudah-sudah, perangkat desa belum dibayar honornya sampai saat ini, bagaimana perangkat desa bisa kerja dengan baik sesuai harapan sedangkan honor aja tidak ada atau tidak di bayarkan..??” tutur Suharto.
Menurut Suharto, ada salah satu perangkat desa curhat pada nya hingga detik ini tidak ada honornya, pakaian dinas juga tidak digantikan dan lainnya.
” Saya merasa heran, kenapa ini harus terjadi..?? pada hal anggaran desa sudah ada dan kenapa tidak bisa dilakukan. Timbul pemikiran apa karena penguasa desa tidak mematuhi aturan dan perundang-undangan desa yang telah di tetapkan oleh pemerintah pusat,” lanjutnya.
“Semoga kepala desa terpilih bisa mengedepankan asas sosial dan peraturan yang ada. Menurut pandangan saya pilkades Desa Matan Jaya bisa di jadikan acuaan jika pilkada atau pemilihan legislatif nantinya, saya yakin masyarakat desa Matan Jaya bisa melaksanakan asas demokrasi yang baik,” imbuhnya.
Suharto.Has juga menghimbau masyarakat desa Matan Jaya jangan mau dipengaruhi politik-politik kepentingan pribadi.
“Kita sebagai masyarakat bisa melihat,mendengar dan juga mencermati demokrasi, beda pendapat, beda pandangan tapi pada akhirnya kita harus bersatu demi pembangunan desa Matan Jaya,” pungkasnya.
Penulis: Sandi/Vr
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).