Tiga Calon Rektor Unrika Siap Adu Gagasan, Proses Seleksi Dikawal Transparan dan Profesional

Batam, Kepri – Beritainvestigasi.com Proses pemilihan Rektor Universitas Riau Kepulauan (Unrika) memasuki tahapan penting dengan ditetapkannya tiga kandidat yang akan bersaing memimpin salah satu perguruan tinggi terbesar di Kepulauan Riau. Ketiga calon tersebut adalah Prof. Dr. Sri Langgeng Ratnansari, Dr. Suryo Hartanto, S.T., M.Pd., dan Dr. Tibrani, S.E., M.Si.(28/7/2026)

Panitia Seleksi (Pansel) memastikan seluruh tahapan pemilihan berlangsung secara terbuka, profesional, dan menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik. Komitmen tersebut dilakukan untuk menjaga integritas proses sekaligus menghasilkan pemimpin terbaik bagi masa depan Unrika.

Ketua Pansel Pemilihan Rektor Unrika, Amrullah Rasal, mengatakan bahwa pemilihan rektor merupakan momentum penting untuk menunjukkan penerapan prinsip good governance dalam lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, setiap tahapan seleksi dirancang agar berjalan objektif, transparan, dan bebas dari berbagai bentuk intervensi.

“Seluruh proses kami jalankan dengan mengedepankan kepastian aturan, keterbukaan informasi, serta mekanisme yang akuntabel. Dengan demikian, hasil akhir nantinya benar-benar lahir dari proses yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Amrullah menegaskan, kualitas proses seleksi menjadi faktor utama dalam membangun legitimasi rektor terpilih. Karena itu, Pansel berupaya menjaga independensi dan profesionalisme sejak awal hingga penetapan hasil akhir.

Ia berharap kompetisi yang sehat di antara para kandidat dapat melahirkan pemimpin yang visioner, memiliki legitimasi kuat, serta mampu membawa Unrika terus berkembang dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam (YPTB), Edwin Agung Wibowo, menyampaikan bahwa hadirnya tiga kandidat merupakan hasil dari sistem penjaringan yang terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh dosen yang memenuhi persyaratan.

Menurut Edwin, pola seleksi yang lebih inklusif tersebut berhasil menghadirkan figur-figur potensial yang siap berkontribusi bagi kemajuan kampus. Ia optimistis siapa pun yang terpilih nantinya mampu membawa Unrika menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Saat ini, Unrika tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dengan lima fakultas, satu program pascasarjana, serta jumlah mahasiswa yang mendekati 5.000 orang. Kondisi tersebut menjadikan pemilihan rektor sebagai agenda strategis untuk menentukan arah pengembangan universitas pada masa mendatang.

(A.Ridwan)