
Menurut keterangan warga, Rabu sore (02/02/2022) sekira pukul 17.10 WITA, api berawal dari plafon dapur rumah Ardiansyah.
” saya melihat api itu datang dari plafon dapur rumah Ardy dan tiba-tiba api itu langsung membesar. Melihat api tersebut, kami ramai -ramai mencari bantuan untuk upaya pemadaman,” tutur salah seorang warga, Mukransyah pada Awak Media.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, namun kerugian materil yang dialami keluarga Ardiansyah ditaksir mencapai 200 juta rupiah.
Ardiansyah berharap kepada pihak Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara agar bisa membantu.
Saya berharap dalam kondisi ini pemerintah mau membantu fasilitasi tempat tinggal saya dan keluarga ,segala surat menyurat saya juga habis ikut terbakar,” ungkap Ardi pada awak media (02/02/2022).
Sementara itu ditempat terpisah, Aparatur Pemerintahan Desa Muai, Fendi menanggapi musibah kebakaran tersebut.
“Iya pihak Pemdes ada bantuan Sembako, uang tunai. Kami juga buatkan Posko menggalang dana untuk Ardiansyah,” jelas Fendi saat dihubungi awak media (03/02/2022). (Hos H).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).