
Kondisi Jembatan Gantung di Desa Durian Sebatang yang rusak parah, dikhawatirkan akan jatuh korban(foto: Dok Beritainvestigasi. com)
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Ketua DPRD Kayong Utara, Sarnawi, menagih janji PU dan pelaksana pembangunan Jembatan gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, yang belum lama dibangun sudah rusak parah.
Hal itu disampaikannya karena telah meninjau langsung kondisi Jembatan setelah mendapat informasi dari masyarakat dan pemberitaan di media.
” Kita menunggu realisasi janji dari pelaksana dan juga PU yang katanya akan segera memperbaiki bangunan yang rusak, yang kebetulan saat itu saya ke lokasi juga ketemu dengan rombongan Kementerian PUPR yang baru tiba dari Pontianak,” ungkap Sarnawi saat dikonfirmasi media Ini melalui Telepon WhatsApp Senin(14/08/2023).
Sarnawi selaku Ketua DPRD KKU berharap, agar pelaksana segera menindaklanjuti janji dan tanggungjawabnya, sebab Jembatan yang dibangun dengan dana yang cukup besar itu merupakan harapan warga sebagai akses transportasi yang mempermudah mobilisasi dan roda perekonomian.
“Jembatan yang memakan biaya 5,7 miliar dari APBN melalui pelaksana jalan nasional wilayah I Provinsi Kalbar Kementerian PU PR. Dengan jembatan tersebut sebagai prasana transportasi mobilitas barang dan jasa serta ekonomi akan tumbuh sejalan dengan baiknya akses infrastruktur. Karena itu, pihak pelaksana harus segera memenuhi tanggungjawab nya, ” ujar Sarnawi.
Warga Durian Sebatang Khawatir Jatuh Korban
Sebelumnya, warga Durian Sebatang Keluhkan Jembatan gantung yang rusak parah dan mengkhawatirkan akan terjadi korban. Pasalnya Jembatan Gantung yang selesai dibangun beberapa waktu lalu kini sudah banyak mengalami kerusakan ( bagian-bagian yang retak) dan mengalami kemiringan.
“Kondisi jembatan saat ini semakin hari semakin memprihatinkan, kita khawatir dengan keselamatan bagi setiap warga yang melintasi jembatan tersebut,” keluh warga yang tak mau namanya ditulis.
Bagian dinding pondasi yang retak hanya ditambal begitu saja agar tidak kelihatan retaknya
Warga menyebut kondisi badan jalan bangunan jembatan dan beberapa konstruksi lainnya terlihat retak serta tampak kemiringan, yang semakin hari semakin parah retaknya.
“lihat saja dinding badan jalan jembatan banyak yang retak bahkan pada bagian turunan sudah hancur dan berlobang, serta posisi jembatan pun juga terlihat kemiringan,” ujar nya.
Di tempat yang sama salah satu tokoh masyarakat menimpali, pada dasarnya Warga Desa Durian Sebatang sangat bersyukur dan berterimakasih telah dibangun jembatan, namun pembangunan yang ada tidak sesuai harapan.
“Dalam hal ini kami selaku masyarakat Desa Durian Sebatang sangat bersyukur adanya pembangunan jembatan gantung di desa kami, dan saya selaku warga sangat berterimakasih telah dibangunkan jembatan ini, namun dengan kondisi saat ini kami selaku masyarakat merasa dirugikan, karena tidak sesuai harapan,” timpalnya.
Dia(tokoh masyarakat) berharap pihak-pihak terkait agar segera memperbaiki sebelum ada timbul korban, serta meminta pihak berwajib untuk memeriksa pekerjaan tersebut.
“Harapan kami, agar segera diperbaiki dan meminta pihak berwajib memeriksa pekerjaan dan mengauditnya, bila ditemukan pelanggaran agar diproses hukum, supaya Pembangunan-pembangunan lain kedepan tidak asal jadi, ” harapnya.
Ia juga meminta agar ada campur tangan Pemda, Pemprov maupun DPRD untuk meninjau ke lapangan.
“Saya berharap agar pemerintah baik itu yang di provinsi maupun di pemerintah daerah serta instansi terkait dan DPRD Kayong Utara agar dapat meninjau langsung kondisi jembatan gantung saat ini,” ujarnya
Dari data dan informasi yang dihimpun media ini, proyek yang bersumber
dari Anggaran APBN tahun 2021 oleh Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kalimantan Barat, tertera No Kontrak 14/PKS/Bb20.5.5/2021, SPK 05 Juli 2021 pagu senilai Rp 5.538.065.000,00 dan PT. Ananda Anabanua selaku General Contractor.
Diketahui proyek jembatan tersebut adalah Pokir (aspirasi) dari H. Boyman Harun, S.H anggota komisi V DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional(PAN).
Pada saat peresmian penancapan tiang pertama pembangunan, Boyman Harun turut hadir yang didampingi Bupati Kayong Utara, Drs. Citra Duani. Boyman Harun dalam sambutanya kala itu sempat menyampaikan rasa harunya saat menyaksikan dan meresmikan tiang pertama pembangunan jembatan gantung Desa Durian Sebatang.
“Ini merupakan salah satu pembuktian atas janji janji saya di masa kampanye, bahwa ini lah bukti kewajiban saya yang dipilih sebagai DPR RI untuk berfikir bagaimana sejahterakan kehidupan masyarakat di daerah,” kata Boyman saat itu(08/10/2021).
Lanjut dikatakan Boyman, bahwa konektiviasi pembanguan harus mengacu pada hajat hidup orang banyak, dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga pembanguan yang menelan biaya besar dirasa tidak sia sia.
“Pembanguan jembatan ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat di Desa Durian Sebatang sebagai akses perekonomian, kebudayaan dan pertanian. Semoga dengan adanya jembatan ini, Desa Durian Sebatang akan semakin maju dan berkembang,” tambahnya.
Hasil investigasi team Media di lapangan terlihat jelas keretakan pada beberapa bagian pondasi dan lobang yang mengaga. Bagian pondasi yang retak hanya ditambal begitu saja.
Patut diduga dalam pembangunan jembatan tersebut terindikasi mark-up(tidak sesuai RAB) , oleh karena itu pihak inspektorat, BPK, Tipikor Polda dan Tipikor Kejaksaan serta KPK agar menyelidiki perihal pembangunan jembatan tersebut.
Penulis: Verry/team