
“Saya berharap kita semua bersinergi, pemerintah kabupaten dan kota serta provinsi bisa berkolaborasi menangani persoalan Covid-19 ini, sampingkan dulu persoalan Pilkada, kepala daerah perlu konsisten dengan menjaga jarak dengan tidak turun langsung ke masyarakat dalam bantuan sosial seperti masker dan sembako bila perlu bisa mengerahkan tim untuk mengantarkan langsung ke rumah-rumah, saya sendiri secara pribadi mengerahkan tim di lapangan untuk melakukan penyemprotan disunfektan dan bagikan masker,” kata Raden Hari Tjahyono kepada awak media di ruangan Kantor DPRD Kepri.
Selain itu, dia berharap fungsi-fungsi pelayanan pemerintahan tetap berjalan dengan sasaran dan target atau output kinerja. Tidak boleh ikut-ikutan terhambat atau tertunda gara-gara masalah Covid-19.
“Kita menginginkan semua OPD tetap berjalan dengan semestinya, harus satu frekuensi jangan semua beban ditugaskan pada Gugus Covid-19, diluar persoalan Covid-19 saya pikir layanan masyarakat perlu dilayani karena hakikat pemerintahan itu adalah pelayanan,” tambah Raden Hari Tjahyono pada pukul 14.00 Wib.
Menurutnya, semua kepala daerah di Kepri perlu berhati-hati dalam memberikan pernyataan, perlu menunjuk satu juru bicara yang mewakili pemerintah karena kerap kali pernyataan yang disampaikan baru wacana belum tentu terealisasi akhirnya membuat masyarakat bingung.
“Berkoordinasilah dengan DPRD sehingga kita bisa memberikan masukan, kita juga mengingatkan pada pelaku usaha tetap lah berjualan tapi menyesuaikan dengan peraturan yang ada di Kepri masih physical distancing belum PSBB, saya dan rekan-rekan di DPRD tetap mengawasi masalah Covid-19 dan terus mendorong pemerintah bertindak cepat dan tepat mengutamakan keselamatan rakyat,” tutupnya mengakhiri pembicaraan.
( Wak Alek )