
Pasalnya, perwakilan dari Aliansi Pejuang Marwah Tanjungpinang yang ingin silahturahmi dengan Walikota Tanjungpinang, Rahma, untuk mencari kebenaran soal dugaan foto viral mirip Walikota Tanjungpinang malah diusir oleh petugas tersebut.
“ Dengan tegas kami melarang bapak-bapak memasang tenda di sekitar sini. Semua lahan yang ada di areal ini, milik Pemko Tanjungpinang. Kami disini hanya menjalankan tugas, “ ucap Kabid Trantip Satpol PP bernama Teguh di depan pintu masuk rumah dinas.
“ Kami yang sedang bertugas di lokasi ini, melarang warga memang tenda disini. Karena, sudah tertuang di dalam Perda, “ sebut Sapran.
Sementara, salah seorang anggota Aliansi Pejuang Marwah Tanjungpinang bernama Anis, yang ditetapkan sebagai Kordinator dalam aksi tersebut merasa heran melihat petugas Satpol yang bertugas. Soalnya, tak seorangpun yang tau keberadaan Walikota,