Warga kecewa pihak kontraktor terkesan tertutup. Dinding Waduk SPAM Roboh sebelum di Nikmati

Bintan, Kepri1979 Dilihat
Ket: Proyek Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kampung Tekojo dengan nilai Rp 1.553.165.439,11 Roboh. (photo: Beritainvestigasi.com)

Bintan-Beritainvestigasi.com, Proyek Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Tekojo Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur dalam pekerjaan Pengembangan Jaringan Perpipaan SPAM menjadi sorotoan Publik. Pasalanya, kegiatan yang menelan anggaran Milyaran Rupiah tersebut roboh sebelum diresmikan.

Nilai pekerjaan sebesar Rp 1.553.165.439, 11 yang dikerjakan oleh CV Pribumi Jaya Mandiri tersebut memang terlihat fantastik, namun ada dugaan konsultan dan CV pemenang tender asal-asalan dalam pengerjaan proyek tersebut. Sehingga proyek  roboh sebelum dimanfaatkan masyarakat Perumahan Tekojo.

Padahal proyek yang direncanakan untuk mengatasi masalah krisis air di Kawasan perumahan Tekojo tersebut memiliki 500 rumah, malah hancur begitu saja.

Ket : Kejadian Robohnya dinding Waduk tersebut terjadi yang kedua kalinya. (photo: Beritainvestigasi.com)

Menanggapi hal tersebut  Ketua Rukun Warga (RW) di Kampung Tokojo Titin mengatakan kejadian ini yang kedua kalinya, dirinya  sangat kecewa dengan pengerjaan Proyek tersebut, sebab pihak pelaksana kegiatan terkesan tertutup, dan tidak terbuka dalam pembangunan proyek SPAM tersebut.

“Warga sempat protes, dan memberikan masukan kepada pengawas proyek di lapangan, namun tidak ada respon dan tidak di gubris. padahal pihak RT juga sudah menegur kenapa pekerjaan nya begini. Akhirnya terjawab, pengerjaan tersebut roboh yang kedua kalinya,” Ujar Titin Ketua RW Kampung Tekojo Kijang

Titin menambahkan atas nama masyarakat dirinya meminta pihak kontraktor harus bertanggung jawab dalam penyelesaian pekerjaan  pembuatan pekerjaan waduk Pengembangan Jaringan Perpipaan SPAM diwilayah nya. Jangan terkesan asal-asalan, karena akan berdampak pada masyarakat Tekojo 6 RT yang berjumlah 500 rumah akan menikmati SPAM tersebut.

“Kita pernah minta Rencana Anggaran Biaya (RAB) hanya ingin melihat, namun tidak pernah dikasih. Padahal niatnya untuk melihat RAB tersebut adalah melihat bagaimana konstruksi bahan dan teknis pengerjaan nya. Karena robohnya SPAM tersebut sudah yang ke dua kalinya. Dari awal juga sudah kita tegur, cara mereka membangun kurang bagus . Karena seharusnya pakai besi yang besar, ini malah pakainya besi yang kecil,” ungkap Titin saat dikonfirmasi media Beritainvestigasi com ini, Sabtu(30/10) siang.

Tidak hanya itu, dalam pengerjaan proyek tersebut Kontraktor pemenang tender tidak menggeruk lumpur dalam yang ada di Kolam tersebut. Dan proses penimbunan dinding penyanggah SPAM terkesan asal-asalan, sehingga baru hujan sehari, waduk dinding roboh akibat tidak kuat menahan tekanan tanah timbunan.

Titin pun mengaku kecewa dengan pihak CV Pribumi Jaya Mandiri selaku kontraktor dalam pengerjaan proyek tersebut. Karena Pembangunan ini tidak sesuai kesepakatan awal dengan warga sebelum melakukan pembangunan.

“Jujur kita sangat kecewa sekali dengan proyek seperti itu, kita pun tidak menyangka bisa kayak gini kejadiannya,” Ucapnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan pihak kontraktor belum dapat dikonfirmasi.(Budi)