Workshop dan Sosialisasi Perdana IPARI Wilayah Kalbar

Pontianak196 Dilihat

Pontianak, Kalbar – Berita investigasi.com. Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) wilayah Kalimantan Barat menggelar Workshop Kepenyuluhan dan Sosialisasi perdana, bertempat di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (11/12/2023).

Kegiatan perdana ini dilaksanakan setelah resmi dikukuhkan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Kegiatan workshop ini mengangkat tema “Strategi Penyuluh AgamA dalam Menghadapi Era Digitalisasi dan Bonus Demografi”.

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan, S.H ini terselenggara atas kerjasama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Kalimantan Barat, Kanwil Kemenag Prov. kalbar dan Pemda Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penyuluh agama di Kalimantan Barat dilaksanakan secara daring dan luring. Peserta luring berasal dari para penyuluh agama di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah 150 orang, sedangkan peserta daring berasal dari penyuluh agama se-Kalbar dengan jumlah peserta 100 orang.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh ketua Panitia, Sujono, S.Ag “peserta workshop dan sosialisasi ini adalah penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI, pengurus daerah Kota Pontianak, pengurus di Kabupaten Kubu Raya serta penyuluh Kabupaten/Kota melalui zoom”.

Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Drs. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I menuturkan bahwa pada hari ini ikatan Penyuluh agama bekerjasama mengawali di Kabupaten Kubu Raya dan berharap Kabupaten lain juga bisa bersinergi.

“FGD akan mengidentifikasi berbagai hal yang dihadapi penyuluh agama dewasa ini, “tutur Drs. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I.

“Yang dibutuhkan adalah kemampuan berkomunikasi, dan kegiatan ini membuktikan bahwa IPARI dapat berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kegiatan walau minim anggaran,” tambah Kepala Kanwil pria yang suka berpantun tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Kakanwil, Komunikasi yang baik memberikan argumen betapa pentingnya penyuluh dalam rangka untuk memberikan pendidikan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya terkait dengan penyuluhan masalah agama dan yang kedua terkait dengan penyuluhan pembangunan dengan menggunakan bahasa agama.

“Saya berterima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah memberikan fasilitas kepada IPARI untuk melaksanakan kegiatan ini, mudah-mudahan kegiatan hari ini dapat menemukan model yang tepat dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil workshop hari ini sangat penting dan dinantikan oleh seluruh penyuluh agama se-Kalbar,” ujar Muhajirin lebih lanjut.

Kehadiran Bupati beserta jajaran menjadi bukti bahwa pemerintah daerah mendukung dan mensupport penuh atas kegiatan IPARI dan juga kegiatan keagamaan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan, S.H menyampaikan bahwa peran penyuluh agama sangat strategis dalam mendorong pemahaman masyarakat, sehingga peran penyuluh agama sangat diperlukan untuk membantu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah dalam memberikan sosialisasi atas program-program pemerintah, selain penyuluh agama juga memiliki peran menyebarkan ilmu agama.

“Penyuluh agama adalah jangkar yang langsung menyentuh masyarakat, sehingga peran serta penyuluh agama harus diperdayakan dan menjadi perhatian pemerintah sehingga penyuluh agama dapat menjadi mitra kerja pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah memberikan kesejahteraan hidup masyarakat. Bonus demograsfi yang ada harus dilakukan dengan langkah-langkah yang baik dan tepat serta akurat agar kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran,” ujar Muda Mahendra.

Usai dibuka oleh Bupati Kubu Raya, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop yang menghadirkan 2 orang narasumber, yaitu Yulia Ekawati Tasbita, S.Psi.M.M selaku Psikolog dan H. Kartono,S.Pd.I, M.Pd selaku Ketua Umum IPARI Wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

Pemaparan pertama oleh Yulia Ekawati Tasbita, S.Psi.M.M selaku Psikolog sebagai pemateri pertama menyampaikan strategi dan peran penyuluh agama ada 9 yakni : (1)Mengenali kekuatan dan kelemahan diri, (2)Tingkatkan potensi dan kompetensi, (3)Open mindset, (4)Terbuka, (5)Update terhadap informasi, (6)Melakukan jalinan kerjasama dan kolaborasi, (7)Miliki personal branding yang positif, (8)Gunakan berbagai media komunikasi dan teknologi dalam menyampaikan nilai-nilai agama, Terlibat aktif dalam berbagai peran di masyarakat dan terakhir(9) adalah Gunakan cara komunikasi dan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan menarik.

Sementara itu, H. Kartono,S.Pd.I, M.Pd selaku Ketua Umum IPARI Wilayah Provinsi Kalimantan Barat selaku pemateri kedua menyampaikan bahwa penyuluh agama merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi terkait agama dan pembangunan masyarakat melalui bahasa agama masing-masing.

“Saat ini penyuluh agama dihadapkan dengan kondisi dimana perkembangan teknologi informasi/digitalisasi dalam menyongsong bonus demografi bagi generasi milenial. Dalam proses penyampaian informasi tengah arus digitalisasi tersebut, penyuluh harus memiliki strategi dan media yang tepat sesuai perkembangan masyarakat dengan terus meng-upgrade kemampuan diri agar tujuan penyuluhan tercapai dengan baik, ” pungkas H. Kartono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *