
Dalam keterangannya, Raymon Andika Girsang menyampaikan bahwa penaburan benih ikan dan penanaman bibit merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang baik antara WBP dan petugas.
“Kami berharap dengan Program pertanian yang kami jalankan di Lapas Pemuda Kelas III Langkat bukan hanya sebagai sarana pembinaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada aspek produktivitas, tetapi juga bertujuan untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi para WBP.
“Kami ingin para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat mereka gunakan setelah menyelesaikan masa pidana. Pertanian adalah salah satu bidang yang memiliki prospek besar untuk mereka,” tambahnya.
Para warga binaan yang terlibat dalam program pertanian ini mengaku senang dan merasa lebih termotivasi untuk terus belajar sehingga memiliki bekal saat bebas nantinya..
“Kami merasa bangga bisa berkontribusi meskipun kami berada di dalam Lapas. Kegiatan ini juga memberikan harapan baru bagi kami untuk memulai hidup yang lebih baik nantinya,” ujar salah satu WBP.
Program pertanian di Lapas Pemuda Kelas III Langkat ini sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang terus mendorong setiap unit pelaksana teknis Pemasyarakatan untuk memaksimalkan pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif. (Red)