Banjir Surut Tabung Gas LPG 3 Kg Langka di 3 Kecamatan

Kutai Kartanegara, Kaltim – Beritainvestigasi.com. Usai dilanda banjir Sungai Belayan sejak 2 pekan lalu hingga saat ini, kondisi banjir sudah mulai surut, namun dampak banjir Sungai Belayan berdampak buruk terhadap ekonomi warga sekitar Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Pasalnya, warga mengalami kelangkaan BBM jenis Gas Elpiji. Hal ini menjadi topik pembicaraan warga, khususnya di Kecamatan Kembang Janggut yang masih terisolasi banjir sungai Belayan.

Salah seorang warga, Eva (IRT) warga Perdana mengaku sudah 2 hari kesusahan mencari tabung gas LPG 3 Kg.

“Saya tak tau lagi mau mencari ke mana. Di warung-warung juga sudah tak ada tabung. Semoga banjir cepat surut biar jalan bisa dilewati dan harga Sembako pun kembali stabil,” ucapnya pada Awak Media, Minggu (30/01/2022)

Sementara itu, pegawai pangkalan LPG dan BBM “Sejahtera Abadi Perdana” saat diminta keterangan terkait kelangkaan tabung LPG, Paijo, mengaku bahwa sebelum banjir mereka menaikkan 560 tabung. “Saat ini sedang kosong, belum bisa milir untuk mengambil lagi,” pungkas Paijo yang bekerja di pangkalan LPG milik Budi tersebut.

Ditempat terpisah, hal yang sama juga diutarakan penjaga pangkalan BBM “Perdana 1”, Odir.

Semua tabung yang ada di “Perdana 1” sebanyak 330, tetapi karena kendala banjir, cuma bisa bawa 50 tabung. Itupun dibeli eceran di Desa Kembang Janggut dan sebentar aja habis.

Ketua BPD Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Abdul Rais menanggapi reaksi warga terkait kelangkaan tabung gas.

“Ya semoga tidak berlarut-larut, ini juga jadi catatan buat Pemda Kutai Kartanegara karena setiap musim banjir warga selalu kesulitan untuk pasokan kebutuhan tabung gas LPG. Karena itu kita minta ke Pemda Kukar segera mengatasi kelangkaan gas 3 kg di daerah ini. Kasihan masyarakat kalau harga beli eceran LPG biasanya 26.000 sampai 30.000, sekarang, informasi harga tabung tiap desa variatif sampai 50.000 bahkan ada Ratusan ribu, ini sama halnya menambah beban hidup warga yang sedang susah”, tutur Abdul Rais.

Lanjutnya, kalau boleh saya sarankan untuk Agen-agen BBM di Desa Perdana usahakan memenuhi dulu kebutuhan warga sini baru dibawa keluar.  (Hos Husni).

Editor : Wesly (Asesor UKW).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *