Pemerintah Pekon Batu Api Laksanakan Musrenbangdes dan Rembuk Stunting Tahun 2024

Lampung Barat – Beritainvestigasi.com. Pemerintah Pekon Batu Api, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat tetapkan dan laksanakan Rembuk Stunting di Kantor Balai Pekon Batu Api dan penanganan stunting sebagai prioritas. Kamis (18/01/2024).

Rembuk Stanting Percepatan Penurunan Stunting diselenggarakan oleh Pemerintah Pekon Batu Api untuk mengevaluasi pelaksanaan dan kemajuan percepatan penurunan stunting.

Selain itu tujuan dari rembuk stunting juga untuk menguatkan kolaborasi multi pihak untuk mencapai target penurunan stunting di tahun 2024 yang ada di Pekon Batu Api

Hadir dalam acara tersebut, Peratin, Camat Kecamatan Pagar Dewa, Mat Patoni, M.Si, Sekcam beserta jajaranya, Kepala Puskesmas Pagar Dewa, Desmalia, S.St beserta Bidan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibnas, Pendamping Desa, Pendamiping Lokal Desa, Kholidi, Ketua LHP, Penyuluh Pertanian, Taswan, Ketua TP, PKK, KWT, Linmas, Kepala Sekolah SD, Tokoh Masyarakat, LPM, PKK, Aparatur Pekon dan Tamu undangan.

Mat Patoni, S.Sos, M.Si menyampaikan, sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Ia juga mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Pekon Batu Api, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat dengan mewujudkan kovergensi pemerintah daerah, hingga tingkat desa, sampai stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat di Batu Api.

Selain penanganan stanting. Mat Patoni, juga menyampaikan, bahwa di dalam Musrenbangdes ini digelar dalam rangka membuat rancagan Kerja Pemerintah Desa (RKP) Pekon Batu Api untuk Tahun 2024. Dan Pemerintah Pekon sagat mendukung adanya usulan dari masyarakat untuk sama-sama membangun dan megawasi pembangunan yang ada di Pekon Batu Api.

Lebih lanjut Mat Patoni mengatakan, dalam Musrenbangdes sebagai proses dalam perencanaan pembangunan yang sangat penting dan tidak hanya itu, Musrenbangdes juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam merumuskan program dan proyek yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Disamping itu, juga untuk menggali potensi dan aspiraai masyarakat yang sering sekali tidak terdengar.

Sementara, Kepala Puskesmas Pagar, Dewa Desmalia, S.St, menambahkan, kegiatan hari ini bukanlah agenda baru akan tetapi setiap tahunnya diadakan musyawarah lewat Musrenbangdes. Jadi, apa-apa yang belum terealisasi pada tahun sebelumnya diajukan kembali ke anggaran tahun berikutnya. Dan untuk penanganan stanting bukan dilakukan di Puskesmas saja, tingkat pekon pun harus ikut serta dalam penanganan stanting.

“Kita semua sama-sama untuk berupaya optimalisasi salah satunya dengan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan yaitu. Nasi, Sop Ceker, Wortel, Buncis, Hati, Ayam Goreng, Tahu Bacem, Snack Puding, Pepaya dan Susu Kotak.

“Salah satu penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk anak stunting yaitu memberikan pola menu makan siang dengan gizi seimbang,” ungkapnya.

“Semua yang diberikan tidaklah sulit, semua berbahan pangan lokal dan jangan lupa, untuk konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri masih rendah, masih perlunya edukasi tentang pentingnya imunisasi dan ASI eksklusif yang belum adekuat,” tutupnya.


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *