Foto: SPBU 64.78809 Teluk Batang
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Dugaan permainan BBM subsidi kembali mencuat di Kabupaten Kayong Utara. Kali ini, sorotan publik mengarah pada distribusi solar subsidi dari SPBU 64.78809 Teluk Batang yang diduga disalurkan kembali dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) demi meraup keuntungan lebih besar.
Kasus ini mencuat setelah seorang pria berinisial AB diamankan aparat kepolisian karena diduga menjual solar subsidi kepada nelayan di Dusun Besar, Kecamatan Pulau Maya. BBM tersebut disebut berasal dari SPBU Teluk Batang menggunakan surat rekomendasi untuk operasional motor tambang.
Namun di lapangan, solar subsidi yang seharusnya digunakan sesuai peruntukan diduga justru diperjualbelikan kembali kepada nelayan dengan harga lebih mahal. Praktik ini memicu dugaan adanya permainan distribusi BBM subsidi untuk mencari keuntungan pribadi.
Masyarakat mempertanyakan lemahnya pengawasan penyaluran solar subsidi di kawasan pesisir dan kepulauan. Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai sangat merugikan nelayan kecil yang bergantung pada BBM subsidi untuk mencari nafkah.

Foto:Kapal Motor Penumpang yang sedang membuat BBM menggunakan jerigen(Drum) dalam jumlah besar beberapa waktu lalu.
Pengelola SPBU Teluk Batang, H Urip, mengakui BBM yang diamankan aparat berasal dari SPBU miliknya. Namun ia membantah mengetahui adanya dugaan penjualan kembali di atas HET.
“Dia ambil minyak di SPBU pakai rekom dari perhubungan, dua drum (sekitar 400 liter) untuk motor tambang ke Dusun. Tapi saya tidak tahu kalau dijual lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi. Kamis(21/05)
Sementara itu, Polres Kayong Utara memastikan kasus dugaan penyelewengan solar subsidi tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.
“Saat ini sedang berproses sidik lanjut, ” jelas Kapolres singkat saat dihubungi via WhatsApp.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat karena BBM subsidi merupakan hak masyarakat kecil dan nelayan, bukan untuk dijadikan ladang bisnis oleh oknum yang ingin meraup keuntungan dari selisih harga.
Warga berharap aparat mengusut tuntas alur distribusi BBM subsidi, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan permainan solar subsidi di wilayah Teluk Batang dan Pulau Maya.(Vr)









