
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com Setelah Diberitakan akhirnya badan jalan yang berlobang ditambal oleh kontraktor.
Jalan yang merupakan tanggungjawab Pemerintah Provinsi, tepatnya berada di Sei Semut, Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.
Tokoh Pemekaran, Abdul Rani berharap kedepan untuk pembangunan jalan agar lebih memperhatikan mutu agar kwalitas lebih terjamin, karena poros jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilisasi masyarakat yang menghubungkan antar kecamatan dan antar Kabupaten(Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya dan Kota Pontianak).
“Pihak kontraktor telah di perbaiki tentu hal ini biaya pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab kontraktor telah dilaksanakan, nah kedepan bilamana ada lagi kegiatan peningkatan jalan propinsi Sukadana -Teluk Melano dan Teluk Batang yang masyarakat masih berharap dilanjutkan agar di dalam pengerjaan betul-betul kwalitasnya di utamakan,” ujar Abdul Rani.
Dia(Abdul Rani-read) mengingatkan agar pengawas dan konsultan lebih aktif dan mengawasi setiap pengerjaan.
“Pengawasan dari konsultan lebih di optimalkan sehingga mutu proyek tersebut betul-betul dapat di nikmati oleh masyarakat, “katanya.
Di tempat terpisah, Ali Muhamad Ketua Persatuan Wartawan Kalbar mengajak semua elemen masyarakat Khususnya para penggiat sosial, seperti LSM dan Wartawan agar proaktif ikut mengawasi setiap ada pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran keuangan Negara maupun anggaran Daerah.
” Kita menghimbau dan mengajak semua masyarakat terutama yang berada di dekat lokasi pembangunan, agar proaktif ikut mengawasi setiap proyek yang dikerjakan, karena itu hak kita semua sebagai masyarakat, karena pembangunan itu juga asal dana nya dari pajak yang kita bayar, “himbau Ali.
Lelaki yang aktif dalam media sosial dan aktivis sosial itu mengatakan akan mengawasi semua pembangunan yang ada di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
” Kami bersama rekan rekan dari Persatuan Wartawan Kalabar akan terus mengawasi semua proyek di Kalbar ini, khususnya di Ketapang dan KKU, kepada masyarakat apabila menemukan keganjilan atau ada dugaan menyalahi aturan jangan segan untuk memberi informas, agar setiap proyek yang dilaksanakan bisa kita nikmati sesuai harapan, “Verry Liem sapaan akrabnya.
Ali juga mengingatkan kepada setiap kontraktor pelaksana agar jangan terlalu melenceng dari RAP yang sudah ditentukan, serta Pemerintah melalui Dinas terkait agar lebih memberikan penegasan.
” Kita harap kontraktor pelaksana janganlah terlalu melenceng dari RAP yang ada, cari untung yang wajar saja, Dinas juga harus ada penegasan, setiap penganggaran janganlah ada potongan yang tidak jelas, karena informasi yang kita dapat dari para kontraktor bahwa seringnya ada potongan tak terduga diluar anggaran sehingga akan mengurangi kwalitas pembangunan, ” tutupnya.
Sebelumya diberitakan di Media ini.
BACA:
“Diduga Gagal Mutu, Belum Beberapa Bulan Dibangun Ruas Jalan Provinsi di KKU Sudah Hancur”. TerbitTerbit 21 Juni 2024.
Pembangunan peningkatan badan jalan yang merupakan kewengan Pemerintah Provinsi diduga Gagal Mutu, pasalnya belum beberapa bulan usai pengerjaan sudah mengalami kerusakan.
Hal tersebut diungkap Tokoh Pemekaran Kayong Utara, Abdul Rani.
“Belum beberapa bulan usai pengerjaan jalan tersebut sudah rusak, tampak beberapa lobang si sepanjang Jalan, ” ungkap pri yang pernah menjadi Camat Teluk Batang itu.
Dia mengatakan pekerjaan tersebut patut diduga gagal mutu.
“Artinya pengerjaan nya tidak maksimal, apakah itu memang kwalitasnya dikurangi, atau aaphal nya yang memang dibawah standar suhu dan mutu saat digambarkan, ” ujarnya.
Bangunan yang bersumber dari Anggaran APBD Provinsi Kalimantan Barat,Tahun 2023 dengan Nomor Kontrak : 620/05/BM/SKD-TLB/PUPR Nama Paket: Peningkatan Jalan Sukadana-Teluk Batang, dengan Nilai ; Rp. 47.972.370.000,00. Waktu Pelaksanaan 180 hari Kalender. Kontraktor Pelaksana oleh: PT. BAYU KARSA UTAMA.
Namun pada papan informasi tersebut tidak dicantumkan sejak kapan Mulai dan berakhirnya.
Tim/Red