
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Warga Durian Sebatang Keluhkan dan meragukan keberadaan Jembatan gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.
Pasalnya Jembatan Gantung yang dibangun beberapa waktu lalu kini sudah banyak mengalami kerusakan ( bagian-bagian yang retak) dan mengalami kemiringan.
Dari data dan informasi yang dihimpun media ini, proyek yang bersumber
dari Anggaran APBN tahun 2021 oleh Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kalimantan Barat, tertera No Kontrak 14/PKS/Bb20.5.5/2021, SPK 05 Juli 2021 pagu senilai Rp 5.538.065.000,00 dan PT. Ananda Anabanua selaku General Contractor.
Diketahui proyek jembatan tersebut adalah Pokir (aspirasi) dari H. Boyman Harun, S.H anggota komisi V DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional(PAN).
Dalam pembangunan jembatan tersebut, tidak lepas dari pantauan dan pengawasan dari Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP- KPK) baik Komda Kalbar maupun Komcab Kayong Utara. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Komcab LP-KPK Kayong Utara, Subyharjo.
“Kondisi jembatan saat ini semakin hari semakin memprihatinkan, kita khawatir dengan keselamatan bagi setiap warga yang melintasi jembatan tersebut,” ungkap Suby Rabu (25/05/2022).
Suby menyebut bahwa, kondisi badan jalan bangunan jembatan dan beberapa konstruksi lainnya terlihat retak serta tampak kemiringan, yang semakin hari semakin parah retaknya.
Suby menuturkan, pada dasarnya Warga Desa Durian Sebatang sangat bersyukur dan berterimakasih telah dibangun jembatan, namun pembangunan yang ada tidak sesuai harapan.
“Dalam hal ini saya selaku masyarakat Desa Durian Sebatang sangat mendukung adanya pembangunan jembatan gantung di desa kami, dan saya selaku warga sangat berterimakasih telah dibangunkan jembatan ini, namun dengan kondisi saat ini kami selaku masyarakat merasa dirugikan, karena tidak sesuai harapan,” tuturnya.
Suby berharap pihak-pihak terkait agar segera memperbaiki sebelum ada timbul korban, serta meminta pihak berwajib untuk memeriksa pekerjaan tersebut.
Harapan kami, agar segera diperbaiki dan meminta pihak berwajib memeriksa pekerjaan dan mengauditnya,” tutup Suby.
Senada dengan Suby, warga lain juga berharap ada tindakan perbaikan karena jembatan tersebut sebagai harapan dan kebanggaan warga sebagai akses prasana tranportasi.
” Entah kapan lagi kami menunggu pembagunan jembatan yang merupakan salah satu kebanggaan warga desa kami, dengan adanya jembatan ini harapan bisa memperlancar transportasi dan menggerakkan roda perekonomian.
Ia juga berharap agar ada campur tangan Pemda, Pemprov maupun DPRD untuk meninjau ke Lapangan.
“Saya berharap agar pemerintah baik itu yang di provinsi maupun di pemerintah daerah serta instansi terkait dan DPRD Kayong Utara agar dapat meninjau langsung kondisi jembatan gantung saat ini,” harapnya.
Menyikapi perihal keluhan warga, Ketua DPRD Kayong Utara, Sarnawi mengatakan bahwa, dirinya bakal turun ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana kondisi jembatan gantung Durian Sebatang.
“Insya Allah nanti kita akan lihat dan merencanakan jadwal kapan bisa turun kesana untuk melihat langsung kondisi jembatan gantung Durian Sebatang, degan maksud agar dapat menemukan solusi yang baik untuk masyarakat Durian Sebatang,” terang Sarnawi saat di konfirmasi awak media.
Tinjauan Media di lapangan terlihat jelas keretakan yang menganga pada beberapa bagian pondasi jalan. (Vr).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).