
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Sebelumnya diberitakan “Geger 9 orang Pengurus Partai Golkar KKU Tiba Tiba Mengundurkan Diri”.
Pengunduran diri para Pengurus harian DPD Golkar KKU sontak menjadi pertanyaan dan bahan pembicaraan publik khususnya masyarakat di KKU.
Hal pengunduran diri para elit Partai Golkar di KKU yang digawangi oleh Abdul Zamad itu diketahui Publik berawal dari postingan di Akun Facebook Hermansyah (Hermansyah Herman) dan Syamsudin Saleh (Syamsudin Syam), bukan tanpa alasan.
Abdul Rani, Ketua Harian DPD Golkar KKU, yang membidangi Organisasi saat dikonfirmasi media ini menjelaskan, ada 7 orang pengurus harian yang pengunduran diri.
Alasan 7 fungsionaris karena dianggap tidak sejalan oleh Ketua DPD Golkar KKU, Abdul Zamad yang juga Wakil Ketua DPRD KKU.
“Alasan kami pengurus harian partai Golkar KKU mengundurkan diri sebanyak 7 orang dinilai ketua tidak sejalan dengan pimpinan,” jelas Abdul Rani melalui sambungan WhatsApp, Rabu( 07/07/2021).
Lebih lanjut dijelaskan Abdul Rani, prahara di tubuh DPD sebetulnya sudah lama dan puncaknya saat malam ramah tamah dalam rangka HUT KKU ke-14 yang diadakan di Istana Rakyat.
Abdul Rani membeberkan, bahwa ada hal yang menurut dia dan rekan sudah tidak bisa dipertahankan, karena selama ini pihaknya diamkan.
Ia menyebut, bahwa ada dominasi oknum di organisasi politik itu, dan oknum tertentu terkesan anti kritik.
“Saya dipercayakan kawan-kawan tim pemekaran untuk memberikan sambutan dan mengevaluasi, bahwa dalam acara tersebut, unsur pimpinan DPRD KKU satu pun tidak hadir. Anggota DPRD KKU ada 25 orang, yang hadir pada malam itu hanya 3 orang. Yang hadir dari Hanura ( pak Deddy), PKS (Abul Rahman), dan Golkar (Bung Tomo),” bebernya.
Karena hal itu yang disoroti dirinya, itu menjadi kemarahan/kekecewaan dari Abdul Zamad selaku Ketua DPD Golkar yang juga sebagai unsur Pimpinan di DPRD.
” Ini yang saya soroti yang lainnya kemana..? padahal acara semacam ini setahun sekali, inilah puncak masalahnya. Dan saya di dalam sambutan tidak ditujukan kepada salah satu orang, tetapi secara umum, juga kapasitas saya bukan atas nama partai Golkar, tetapi atas nama tim pemekaran,” ujar Abdul Rani.
Ke 7 orang yang mengundurkan diri diantaranya, Abdul Rani (Wakil Ketua bidang Organisasi), Syamsudin Saleh (Wakil Ketua bidang OKK), Hermansyah (Wakil Ketua bidang Pemenangan Pemilu), Enny Ismarhana (Wakil Bendahara), Sudirman (Wakil Seksi Bidang Hukum), dan Yan Ramdani (Wakil Seksi bidang Hukum) dan Thomas Patimura (Wakil bidang Opini), Jasmani (Ketua PK Teluk Batang) dan Salmiah (Wakil Bendahara PK Teluk Batang).
“Usulan pengunduran diri kami sampaikan ke Ketua Harian DPD partai Golkar Propinsi Kalbar, bapak H. Adang Gunawan, S.E, dan akan dibahas di rapat harian DPD partai Golkar Propinsi,” jelasnya.
Saat ditanya untuk langkah selanjutnya Abdul Rani mengatakan masih pikir-pikir.
“Langkah selanjutnya pikir-pikir dulu lah dan dengan mengundurkan diri lebih gentlement ketimbang di pecat, harga diri kami ternodai sudah sekian lama mengabdi di partai, “Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga” ini jalan terbaik yang kami ambil,” tuturnya.
Abdul Rani berharap dengan pengunduran diri mereka partai Golkar di KKU akan lebih maju.
“Mudah-mudahan dengan lengsernya kami, partai Golkar maju dan berkembang, tidak lama lagi akan menghadapi pesta demokrasi bulan Februari 2024 pemilihan Legislatif dan bulan Oktober 2024 Pilkada Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya. (Vr)