
Di tengah kehadiran tokoh nasional seperti Menteri Agama Nazaruddin Umar, Ustadz Das’Ad Latif, dan Gubernur Kalbar H. Ria Norsan, duet pimpinan Ketapang tampil kompak, menyiratkan arah pembangunan daerah yang makin terkoordinasi dan penuh energi kolaboratif.
Momen ini menjadi panggung strategis—bukan hanya mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga mempertegas posisi Ketapang dalam peta sinergi pembangunan Kalimantan Barat. Kehadiran bersama ini mencerminkan keselarasan visi antara Bupati dan Wakil Bupati dalam mendorong percepatan pembangunan yang inklusif.
Dalam suasana penuh keakraban, berbagai gagasan dan peluang kolaborasi mengalir. Bagi Ketapang, ini bukan sekadar pertemuan—melainkan langkah nyata memperluas jaringan, memperkuat komunikasi, dan membuka jalan bagi terobosan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kekompakan yang ditunjukkan Alexander Wilyo dan Jamhuri Amir menjadi pesan tegas: Ketapang bergerak dengan satu komando, satu visi, dan satu tujuan—maju lebih cepat, kuat, dan berdaya saing.
(Vr)