Pemdes Tugu Mulya Tetapkan 41 KPM BLT-DD dan Prioritaskan Penanganan Stanting

Lampung Barat – Beritainvestigasi.com. Pemerintah Pekon Tugu Mulya tetapkan BLT-DD dan laksanakan rembug Stanting di Kantor Balai Pekon Tugu Mulya dan penanganan Stanting sebagai prioritas. Sabtu (06/01/2024).

Rembug Stanting. Percepatan Penurunan Stunting diselenggarakan oleh Pemerintah Pekon Tugu Mulya untuk mengevaluasi pelaksanaan dan kemajuan percepatan penurunan stunting. Selain itu, tujuan dari rembug stanting juga untuk menguatkan kolaborasi multi pihak untuk mencapai target penurunan stunting di tahun 2024 yang ada di Pekon Tugu Mulya.

Hadir dalam acara tersebut, Peratin Pekon Tugu Mulya, Distomi, S.P, Camat Kebun Tebu, Ernawati, S.E, Pendamping Desa, Kepala Puskesmas Kebun Tebu yang diwakili Lilis Suryani, Kasubag Keuangan, Bidan Desa, Perawat Desa, Ketua TP-PKK Pekon Tugu Mulya, Aparatur Pekon, Para Kader Pekon Tugu Mulya, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas.

Distomi, S.P, menyampaikan. Sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Ia juga mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Pekon Tugu Mulya, dengan mewujudkan kovergensi pemerintah daerah, hingga tingkat desa, sampai stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat di Tugu Mulya.

Selain penanganan stanting, Distomi juga menyampaikan, 41 Keluarga Penerima Manfa’at (KPM) sudah melalui tahapan-tahapan pendataan di masing-masing Pemangku dan ditindaklanjuti melalui Musdesus bersama Lembaga Himpun Pemekonan (LHP), Tokoh Masyarakat dan ditetapkannya 41 KPM yang terbagi di tiga ke Pemangkuan.

Lilis Suryani menambahkan, untuk penanganan stanting bukan dilakukan di Puskesmas saja, di tingkat pekon pun harus ikut serta dalam penanganan-penanganan stanting.

“kita semua sama-sama untuk berupaya optimalisasi, salah satunya dengan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan yaitu. Nasi, Sop Ceker, Wortel, Buncis, Hati Ayam Goreng, Tahu Bacem, Snack Puding, Pepaya dan Susu Kotak. Salah satu penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk anak stunting yaitu memberikan pola menu makan siang dengan gizi seimbang.” ungkapnya.

Semua yang diberikan tidaklah sulit, semua berbahan pangan lokal dan jangan lupa, untuk konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri masih rendah, masih perlunya edukasi tentang pentingnya Imunisasi dan ASI Eksklusif.

Fhitri Aydi, S.Sos, mewakili Camat Kebun Tebu dalam penyampaiannya, memohon ma’af yang sebesar-besarnya karena Camat Kebun Tebu tidak bisa hadir karena ada kepentingan lain.

“Acara penetapan dan rembug stanting ini adalah awal tahapan untuk menyusunan anggaran dan direalisasikan tepat sasaran. Berdasarkan kebutuhan, seyogyanya masyarakat yang sudah dibantu harus ada penurunan, bukannya malah bertambah.,” tutupnya sambil tersenyum.


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *