
Metio Sandi mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik dan kehilangan aset pribadinya saat meliput di kawasan Kavling Seroja, Kelurahan Sei Pelungut. Menurutnya, kelompok tersebut dikenal brutal dan tidak segan melakukan tindak kekerasan terhadap masyarakat dan jurnalis.
“Sebagai korban, saya berharap para pelaku segera diamankan. Mereka tidak hanya mengintimidasi saya, tetapi juga masyarakat di Kavling Seroja yang mengalami kekerasan serupa. Jika dibiarkan, mereka akan terus bertindak sewenang-wenang,” ujar Metio Sandi.
Ia pun meminta aparat kepolisian, khususnya Polresta Barelang dan Polda Kepri, untuk segera menangkap para pelaku beserta dalang di balik aksi ini.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya menyangkut kebebasan pers, tetapi juga keamanan masyarakat dari ancaman kelompok preman yang diduga memiliki backing kuat. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah hukum yang akan diambil terhadap para pelaku.
(Tim)