Rangkaian Teror Pembakaran Rumah Hantui Air Upas, PWK Desak Polda Kalbar Turun Tangan

Pontianak, Kalbar —Beritainvestigasi.com. Aksi teror pembakaran rumah kembali mengguncang warga SP3, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Rabu (19/8/2026). Peristiwa brutal yang menimpa korban bernama Irfan Raditya ini memperpanjang deretan teror serupa, membakar rasa aman warga yang kini berada di ambang krisis keamanan.

Situasi kian memprihatinkan lantaran aksi pembakaran terjadi di tengah kemarau panjang. Musim kering membuat warga melambaikan tangan lantaran kesulitan memperoleh air untuk memadamkan api yang dengan cepat menjagahi bangunan.

Kecaman keras menyembur dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya Persatuan Wartawan Kalbar (PWK). Ketua PWK, Verry Liem, menyoroti tumpulnya penanganan serta lemahnya respons aparat penegak hukum (APH) setempat dalam meredam gelombang teror ini.

“Peristiwa yang menyayat hati ini sudah berulang kali terjadi, tetapi APH belum juga mampu mengungkap aktor intelektual di baliknya. Beberapa waktu lalu Polres Ketapang mengklaim telah mengamankan terduga pelaku. Lantas mengapa teror ini terulang? Siapa sebenarnya yang ditangkap jika pelaku utamanya masih berkeliaran?” tegas Verry dengan nada bertanya, Kamis (20/8/2026).

Verry menilai Polres Ketapang telah kecolongan dan lengah dalam memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, status keamanan di Kecamatan Air Upas saat ini sudah berada dalam kondisi siaga darurat. Kerentanan wilayah di tengah cuaca ekstrem kemarau justru dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi kejahatan tanpa hambatan.

PWK mendesak Polres Ketapang bersama Polda Kalbar untuk segera melakukan penyisiran masif guna membongkar dalang dan motif di balik teror sistematis ini. Di sisi lain, masyarakat Air Upas diimbau untuk memperketat sistem keamanan swakarsa (siskamling) dan meningkatkan kewaspadaan mandiri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait total kerugian material maupun motif pasti di balik aksi pembakaran tersebut.(Jon)