
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Benua Kayong tersebut yang turut dihadiri oleh Ketua MUI Ketapang, KH. Faishol Maksum menjadi momentum penting dalam memperluas pembinaan Al-Qur’an sekaligus penyaluran wakaf Al-Qur’an dari Yayasan Al-Azhar yang untuk pertama kalinya hadir di Provinsi Kalimantan Barat.
Perwakilan Baitulmaal Saudara Seiman, Ustad Condro, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga membangun pembinaan berkelanjutan bagi para muallaf, lansia, dan generasi muda di wilayah pedalaman.
“Kolaborasi bersama LMTM Ketapang menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan umat. Kami ingin para muallaf mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan, baik dalam belajar membaca Al-Qur’an maupun peningkatan keterampilan lainnya,” ujarnya kepada media.
Menurutnya, program pembinaan yang dijalankan juga mencakup pelatihan keterampilan teknologi informasi dan metode belajar membaca Al-Qur’an secara mudah dan cepat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN turut memberikan santunan kepada 15 muallaf yang tergabung dalam LMTM Kabupaten Ketapang. Selain itu, Manajer PLN (Persero) UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, juga menyampaikan sosialisasi literasi kelistrikan kepada masyarakat.
Ustad Condro menjelaskan, Program Safari Al-Qur’an Nusantara di Kabupaten Ketapang dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Kendawangan, Air Upas, Manis Mata, Nanga Tayap, dan Hulu Sungai.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya program tersebut, termasuk para relawan di berbagai kecamatan yang tergabung dalam Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa, YBM PLN, dan sejumlah mitra pendukung lainnya.
Sementara itu, Ketua LMTM Ketapang, Verry Liem, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada para muallaf di Kabupaten Ketapang.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya Safari Al-Qur’an Nusantara yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pembinaan dan perhatian bagi para muallaf. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut melalui berbagai program dakwah dan pemberdayaan umat,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pembinaan Al-Qur’an bagi para muallaf di Kabupaten Ketapang diharapkan semakin kuat dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman Kalimantan Barat.(Red)