SPBU 64 788 16 Sungai Laur Diduga Manipulasi Stok BBM

SPBU 64 788 16 di Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalbar.

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Diduga kuat SPBU 64 788 16 yang berada di Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang melakukan manipulasi Stok BBM, Hal itu berdasarkan temuan tim investigasi di lapangan pada Minggu (20/03/2022).

Hasil temuan dari tim Investigasi gabungan dari beberapa Media dan Lembaga mendapati penyaluran minyak jenis Pertalite di luar kewajaran dan diduga menyalahi SOP.

Pasalnya, BBM jenis Pertalite berasal dari SPBU 64 788 16 Sungai Laur dibawa dalam kapasitas yang cukup besar sebanyak 12 drum/Jerigen, diterima oleh Yadi, pemilik toko “BERKAT PEBANTAN” di Desa Pangkalan Suka, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.

Menurut pengakuan dari Yadi bahwa dirinya tidak punya izin pangkalan atau izin penumpukan, sedangkan BBM dipesan melalui Bobi, pemilik Toko Berkat Abadi, Kecamatan Sandai.

” Bobi, Toko Berkad Abadi Sandai, saya minta dengan toke, karena saya langganan sembako, di tawari minyak sayapun ngambil minyak, saya bayarnya sistem bulanan,” terang Yadi.

” Izin pangkalan saya tak ada, hanya punya SIUP SITU. Sayakan jual barang kelontongan, apapun barangnya saya tancap, namanya juga usaha, di sini rata- rata pembelian di SPBU menggunakan drum kalau pakai jerigen tak boleh,” imbuh Yadi.

Pengangkutan BBM menggunakan drum dari Kecamatan Sungai Laur menuju Kecamatan Tayap yang melintasi Kecamatan Sandai

Menurut dugaan Yadi, SPBU Sungai Laur kelebihan stok sehingga harus dipasarkan di luar radius izin berdirinya. Padahal di Kecamatan Sandai ada dua SPBU namun tidak mampu melayani warga karena stoknya kurang.

” Nampaknya dalam satu bulan tidak bisa menjual kalau hanya untuk di Laur. Sedang di Sandai walau ada 2 SPBU kami tidak kebagian,” ujar Yadi.

Tim kemudian menemui Bobi di Sandai untuk mendapat penjelasan terkait penampungan dan penyaluran minyak yang dilakukannya, namun hanya bisa menemui karyawan toko karena Bobi bersama istri pergi ke Pontianak.

” Bos tidak ada, lagi ke Pontianak bersama istrinya,” kata salah seorang karyawan toko.

Anen, Manajer SPBU 64 788 16 saat di temui di kantornya menerangkan, bahwa memang benar pihaknya ada mengirim BBM jenis Pertalite kepada Bobi di Sandai.

” Dia pesan satu bulan sekali,” terang Anen.

Anen menjelaskan bahwa pihaknya sudah memenuhi pelayanan terhadap masyarakat sehingga bisa mendistribusikan ke luar kepada langganan.

Gudang minyak milik Yadi di Desa Pangkalan Suka, Kecamatan Nanga Tayap.

” Utama kami melayani pengisian tangki dan masyarakat, kalau sudah terpenuhi ya pas ada langganan kita bagilah, karena minyak kita non subsidi kita bisa jual kemana saja,” jelas nya.

Patut diduga bahwa SPBU Sungai Laur kelebihan stok dan memanipulasi izin RDKK, mendapat supplay langsung dari Pontianak melebihi RDKK di tempatnya berada.

Kemudian dalam pendistribusian BBM juga tidak dilengkapi alat pengaman sehingga rawan akan bahaya, karena dibawa menggunakan wadah yang mudah terbakar, pendistribusian tersebut mestinya mempertimbangkan keselamatan, atau sesuai SOP.

Salah seorang Pegawai SPBU di Sandai mengaku bahwa pihaknya kewalahan karena banyaknya BBM dari SPBU Sungai Laur, sehingga berpengaruh pada penjualan di SPBU tempatnya bekerja.

” Kita di Sandai ini ada 2 (dua) SPBU yang menurut saya bisa melayani masyarakat di Kecamatan Sandai ini, namun kalau ada yang masuk dari luar juga akan berpengaruh pada penjualan kami,” ucap pegawai SPBU Sandai yang enggan menyebutkan namanya.

Dari hasil pantauan dilapangan diharapkan pihak Pertamina meninjau ulang perizinan yang diberikan kepada SPBU 64 788 16 Sungai Laur, yang diduga menyalurkan BBM tidak sesuai SOP.  (Vr).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).