Sungai Butut Tercemar Sampah, Pelaku Akan Dikenakan Sanksi Adat

Ket Foto : Dari atas Jembatan tampak tumpukan sampah Plastik dan Ban Bekas yang dibuang disungai Butut.

Kutai Kartanegara, Kaltim –
Beritainvestigasi.com. Jembatan Butut yang kerap digunakan warga untuk bersantai – santai pada sore hari itu, kini terlihat Kumuh dan berbau. Pasalnya, Sungai Butut dijadikan Tempat Pembuangan Sampah oleh Oknum Warga yang tidak bertanggung jawab.

Sungai Butut dengan ukuran lebar 20 meter yang bermuara di Sungai Belayan itu awalnya merupakan akses warga Nelayan sekitar untuk mencari ikan. Seiring berkembangnya penduduk dan Pasar, Sungai Butut kini menjadi tercemar oleh sampah plastik (Anorganik)

Kepala Desa Bukit Layang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi Kalimantan Timur, Kardi (45) menjelaskan, pihaknya sudah sering menghimbau kepada warga agar tidak membuang sampah di Sungai Butut.

“Kami di Pemerintahan Desa bersama BPD, dan Lembaga Adat sudah beberapa kali rapat soal itu, bahkan sudah memasang plang peringatan di sekitar lokasi agar warga tidak membuang sampah sembarangan, malah papan plangnya dicabut dan sampai hari ini kami masih mencari tau orang yang membongkar plang itu,” ucapnya.

Yang jelas tidak ada Warga Bukit Layang yang membuang sampah di Sungai Butut, karena kita sudah menyiapkan tempat sampah depan rumah masing- masing untuk kita angkut ke TPA.

“Kami menduga ada orang luar yang sengaja membuang sampah saat tengah malam, jika ketemu kami akan melakukan penindakan berupa Sanksi Adat terhadap oknum yang mencemari lingkungan,” tegas Kardi saat ditemui awak media. Jumat (15/04/2022).  (Hos).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).