Tokoh Masyarakat Matan Jaya Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Akan Proses Pelaku

Kayong Utara4626 Dilihat

Korban penganiayaan mengalami luka bagian wajah(pelipis) 

Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Memilukan gara-gara pekerjaan seorang tokoh masyarakat Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, mengalami luka akibat penganiayaan oknum warga bernama Saad bergaya Preman.

Suharto, HAS seorang tokoh yang menjadi korban kepada Redaksi Beritainvestigasi.com mengutarakan kronologis kejadian berawal dari sebuah pekerjaan.

Dari penuturan Suharto, pelaku S minta jatah preman kepada dirinya, lantaran pekerjaan nya mengambil jasa pemotongan besi dari seorang warga bernama Alias.

“Awal ceritanya saya diminta oleh saudara Alias(pakcik Lias) untuk memotong besi miliknya dengan upah 1 kg RP.500, dikarenakan saudara alias butuh uang untuk berobat, ” tutur Suharto Kamis( 02/11/2023) pagi.

Lanjut Suharto menuturkan, sesuai kesepakatan karena alias dalam keadaan sakit diwakilkan pada saudara Andi, berlajutlah pekerjaan tersebut sampai selesai. Hingga pekerjaan selesai, besi tersebut pun dibayar lah oleh Suharto dengan harga yang disepakati sebesar Rp 3.500/ Kg.

“Saya bayar besinya dengan harga 3500 perkilo dipotong upah kerja 500 rupiah sebanyak 1 ton 600 kg. Hal itu sudah cukup lama berlalu,” lanjutnya.

Pada tanggal 30 Oktober 2023 Suharto,HAs hendak berangkat ke Pontianak yang kemudian menghubungi Jaya yang punya speedboad tambang Matan Jaya, setibanya di pelabuhan speed Matan akan mengarah ke Teluk Melano, di pelabuhan tersebut Suharto bertemu dengan Saad.

” Saya mendengar saudara Saad mengeluarkan kalimat yang kurang menyenangkan di depan umum kemudian saya dekati karena ingin tau lebih jelas apa yang diucapkan Saad, dan dia makin marah, dan tak lama beselang tiba-tiba saya dapat pukulan dari Saad, ” jelas Pria paruh baya yang akrab disapa Paklang To itu.

Atas pemukukan itu, Suharto mengalami luka dibagian wajahnya. Tak terima atas perlakuan Saad, dengan wajah yang luka dan bercucur darah, langsung melanjutkan perjalanan menuju Teluk Melano dan melaporkan kejadian yang dialaminya di Polsek Simpang Hilir.

“Waktu itu saya langsung lapor ke Polsek di Melano, dan sudah di Visum, kita mohon kepada pihak penegak hukum supaya bisa melakukan proses hukum sesuai dengan perbuatanya, ” harap Suharto.

Menurut krterangan korban, bahwa Saad  perangainya seperti preman kalau bicara dan bertindak mau nya dengan kekerasan, dan arogan.

Polsek Panggil Saksi

Kapolsek Simpang Hilir IPTU Dede Saepul Mikdar, S.H dikonfirmasi, membenarkan ada laporan dari korban, dan sudah memproses perkara tersebut.

“Sudah kita proses, saat ini kita sudah melayangkan surat kepada saksi, namun mereka belum ada yang hadir, dan kami layangkan surat panggilan ke dua, jika mereka masih tidak datang, maka kita akan jemput bola, ” ujar IPTU Dede melalui sambungan seluler Kamis(02/11/2023) sore.

Kapolsek menegaskan kalau kasus tersebut tetap diproses sesuai aturan.

” Kasus nya tetap kita proses, maka kita panggil saksi untuk dimintai keterangan, jika sudah lengkap dua alat bukti dan keterangan saksi baru bisa kita menetapkan tersangka, ” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan Beritainvestigasi masih berupaya menghubungi pihak Pelaku(saad) namun belum bisa terhubung