UAS Dideportasi dari Singapore, LAM Bintan Angkat Bicara

Bintan, Kepri – Beritainvestigasi.com. Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan kecewa dengan sikap Pemerintah Singapura yang mendeportasi Ustadz Abdul Somad tanpa adanya penjelasan, (15/05/2020) lalu.

“Kalau pun ada tekanan atau info pihak – pihak yang membuat skenario ini harus dijelaskan oleh pihak Imigrasi Singapore,” ucap Musaffa Abas kepada Beritainvestigasi.com, Rabu(18/05/2022) malam.

Seharusnya kata Datok Musaffa, Pemerintah Singapura hendaknya lebih menghargai Ustadz Abdul Somad sebagai Tokoh Masyarakat dari Indonesia.

“Seakan-akan UAS macam orang yang bersalah dan bermasalah. Kita ini Negeri Serumpun dengan Singapore dan beberapa negeri di Asia Tenggara, hargai jugalah. Kita saja sangat menghargai masyarakat Singapore yang datang di negeri kita, baik sebagai Turis maupun Investor mengapa mereka tidak menghargai tokoh,” sebutnya.

Untuk itu, Datok Musaffa berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali kedepannya agar hubungan antar Negara tetangga tetap terjaga.

“Semoga tidak terulang lagi kejadian seperti ini pada orang kita yang mau masuk Singapore. Kitakan memberikan kontribusi devisa bagi Singapore, kecuali pada orang-orang yang berniat tak baik, baru tindakan itu bisa mereka lakukan,” tutupnya.  (Budi).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).