
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Sudah beberapa bulan belakangan ini sebagian warga di Sukadana mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Hal itu disebabkan tidak mengalirnya air dari sumber yang terpasang ke rumah-rumah.
Aneh dan lucu, Sukadana merupakan sebagai letak Kota Kabupaten Kayong Utara yang notabene dikelilingi gunung atau perbukitan merupakan sumber air bersih, namun warganya kesulitan mendapatkan air bersih.
Keresahan warga bukan tanpa alasan, karena air merupakan kebutuhan pokok sehari-hari dalam kehidupan, baik sebagai kebutuhan masak dan menyuci, juga menghambat usaha warga yang bergerak dibidang usaha kecil (UMKM).
Tidak mengalirnya air menjadi pertanyaan besar warga.
“Entah kenapa air yang biasanya di kawasan Jln. Tanjung Pura, Jln Bhayangkara, Batu Daya 1 yang sebelumnya mengalir begitu lancar akhir- akhir ini menjadi tidak mengalir total,” ungkap warga Desa Sutera yang tidak bersedia namanya disebutkan, saat diwawancarai, Sabtu (09/04/2022).
Dari keterangan warga kekeringan itu terjadi semenjak adanya perbaikan atau peningkatan proyek pipanisasi di kawasan tersebut.
” Sejak adanya pengerjaan Pipa yang katanya peningkatan, air tidak lagi lancar hingga saat ini,” terang warga.
Informasi diterima Media beritainvestigasi.com bahwa pihak Dinas sempat membuat aturan buka-tutup jaringan pendistribusi air, khususnya di jalur Jln. Bhayangkara dan Tanjung Pura ditutup pada hari Minggu dan hari Rabu sejak tanggal 05 Maret 2022 lalu.
Kepala Unit Pelaksana Tehnis (KUPT) air bersih di Dinas PUPR Kayong Utara, Hermawan, S.T saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa, tidak mengalirnya air di beberapa jalur karena terjadi penyusutan debit air.
“Untuk info sementara, kondisi air di bronc saat ini masih kering/susut,” jelas Hermawan via WhatsApp Minggu (10/04/2022).
Hermawan bahkan mengirimkan foto kondisi di bronc yang mengalami kekeringan.
Dari pantauan awak media, air tidak mengalir bukan hanya pada saat musim panas, namun saat musim hujan juga air tidak mengalir seperti yang diharapkan oleh masyarakat, sehingga warga harus mengeluarkan anggaran lebih untuk membeli air.
Dengan kondisi yang terjadi, hal ini sangat tidak sejalan dengan Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati( Citra-Egfendi).
“Kayong Utara Beriman, Berbudaya, Berdaya Saing, Seimbang, dan Aman”.
Sementara itu Ada 4 Poin penting dalam Misi Bupati, hal itu diungkapkannya saat
menyampaikan sambutan di acara Musrenbang RPJMD 2019-2023 di Istana Rakyat Kayong Utara, Sukadana, Rabu (19/12/2018).
1. Meningkatkan kualitas SDM yang beriman, berakhlak mulia, santun, berbudaya, terpercaya, dan sehat jasmani dan rohani, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan dan generasi muda yang berdaya saing dan inovatif.
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, merata, serta seimbang dan berdaya saing melalui upaya peningkatan keamanan dan ketertiban untuk mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif dan kelancaran semua aktivitas pemerintahan, masyarakat, dan swasta dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
3. Meningkatkan sarana dan prasarana dasar modal transportasi darat dan air untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
4. Meningkatkan penerapan prinsip-prinsip good and clean governance serta ketaatan hukum dan perundang-undangan.
Guna mewujudkan visi-misinya Pemerintahan Bupati Citra salah satunya akan memprioritaskan penyediaan air bersih, namun hal ini belum terwujud dengan sempurna, untuk di wilayah Kecamatan Sukadana yang merupakan lumbung air saja kebutuhan dasar air bersih tidak terpenuhi apalagi di daerah kecamatan lain seperti di Simpang Hilir dan Teluk Batang.
Menjadi catatan Evaluasi bagi Pemerintah khususnya Dinas PUPR melalui Bidang Cipta Karya dan UPT Air Bersih, apa yang menjadi kendala sehingga ketersediaan air belum bisa terpenuhi. (Vr).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).