Pemerintah Jangan Membangun Stereotip Terhadap Pakaian Dan Menghubungkan Radikalisme

Tanjungpinang – Beritainvestigasi.com. Pendidikan agama dimulai dari peletakan landasan pikiran sebagai primordial alur berpikir sebagai langkah awal majunya suatu bangsa. Diciptakan untuk menjalankan peranannya dalam kebangsaan. Dalam ketatanan umat beragama tentu, yang menjadi kuncinya adalah imam dan tauhidnya, bukan pada pakaiannya. Pakaian hanyalah presentasi gaya hidup seseorang, tidak perlu di perlakukan secara ketat dan bersifat memaksa.

” Saat ini, Kementerian Agama mengeluarkan aturan bagi ASN untuk tidak memakai celana cingkrang dan cadar saat melakukan tugasnya di pemerintahan. Tentu, ini akan menjadi suatu permasalahan yang sangat tidak relevan dan mengganggu stabilitas negara. Indonesia negara yang menjunjung tinggi semangat bhineka tunggal ika. Tentu dalam pelaksanaannya nilai kebhinekaan harus diterapkan disetiap lini masyarakat dan khususnya lingkungan kemenag.
Kemenag tentu harus lebih arif dalam melihat kebijakan yang dibuatnya, tentu tidak bisa semua masyarakat Indonesia di Generalkan pakaiannya secara ketat. Ini bisa menimbulkan ketakutan dan kegelisahan dalam tatanan masyarakat.
Bagi saya ketika usaha-usaha pembakuan secara personal dilakukan atas landasan ketakutan, ini juga membuat masyarakat takut, sehingga rakyat Indonesia tentu akan merasa tidak nyaman dalam kondisi bangsa seperti ini, ” Ujar Kaffabihi dari formatur BPL HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan.

Definisi pakaian tidaklah bisa disamakan dengan sifat atau pikiran seseorang. Pakaian juga bagian dari gaya masyarakat untuk menunjukkan apresiasi hidupnya. Representasi radikal tentu tidak lah sama dengan pakaian. Jika kemenag ingin menangkal radikal, tentu sudah ada porsinya masing-masing seperti BIN, Polri yang bertugas untuk menangkal arus radikalisme. Kalaupun kebijakan ini tetap dilaksanakan secara marginal, cepat atau lambat nilai-nilai bangsa ini akan runtuh. Dimana letak perbedaan bangsa sebagai pemersatu akal sehat rakyat ?. Kebijakan yang dibangun atas ketakutan, itu tidak akan menghasilkan apapun.

Kedepan, kita ingin semua rakyat Indonesia sama-sama bisa dihargai atas apa yang ingin dia kerjakan. Tidak boleh ada intimidasi sekecil apapun yang diarahkan kepada rakyat selama tidak berlawanan dengan negara. Indonesia yang dikenal adalah Indonesia yang bhineka tunggal ika. Kita tidak perlu berpolemik masalah pakaian atau pikiran, tapi kita satukan pikiran untuk negara yang lebih berdaulat.

( Red )

Recommended For You

About the Author: Redaksi

mulai berbenah tahun 2016 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *