
Bintan -Beritainvestigasi.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Tarmizi mempertanyakan persoalan yang komplek tata kelola Pasar Barek Motor hingga Gaji karyawan yang tak masuk akal.
PT Bintan Inti Sukses (BIS) selaku pengelola pasar dinilai tidak pernah menjelaskan secara terperinci pendapatan dan pengeluaran dalam pengelolaan pasar tersebut.
“Katanya Pendapatan Pasar tersebut habis untuk gaji Karyawan. Ini masak tukang sapu dan security di Pasar tersebut hanya digaji 1,2 juta rupiah sebulan, sudah tidak masuk akal itu bang,” ucap Tarmizi, saat dikonfirmasi awak media ini, Rabu(13/7) malam.
Menurut Tarmizi dalam sebulan PT BIS mampu meraup keuntungan hingga Rp 30 Juta dalam mengelola Pasar tersebut.
“Sekarang kitakan bisa hitung bang, setau saya karyawannya hanya Bu Endang satu orang tukang pungut duitnya itu, kemudian petugas kebersihanlah, kalaupun ada petugas security yang tambah itu berartikan cuma tiga karyawannya. Masak ia duit 30 Juta habis. Sementara informasinya mereka digaji dengan nilai yang kecil. Kemana uangnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Bintan PT. Bintan Inti Sukses (BIS), selama hampir dua tahun memberikan upah kepada kedua orang petugas kebersihan dan penjaga malam di pasar barek motor kijang dengan nilai upah yang tidak sesuai standart, upah minimum UMK Kabupaten Bintan sebesar Rp 3.648.714.
Menurut Yanto nama samaran (petugas kebersihan). Ianya dan temannya sudah hampir dua tahun bekerja dipasar barek motor sebagai petugas kebersihan. Gaji yang diterima setiap bulanya dari PT BIS sebesar Rp 1.1 (Satu juta seratus ribu rupiah), Senin (11/07/22).
Saat disinggung terkait statusnya bekerja di PT BIS. Yanto merasa bingung mengutarakanya, hanya berkata entah karyawan entah tidak saya pun tidak ngerti, kata Yanto.
“Jamsostek tak ada, apa apa nggak ada di siapkan oleh pihak PT BIS, jelasnya.
Lebih lanjut Yanto mengatakan, dari awal Saya sudah bekerja disini, dari 2005 saya sudah bekerja disini, dari zaman Perusda pindah ke Bu reza, lalu ke baini kemudian lolok.
Sementara Kaidir (nama samaran) mempunyai nasib yang sama dengan Yanto. Gaji yang diterima setiap bulannya dari PT BIS sebesar Rp 1.2 juta (satu juta dua ratus ribu rupiah).
Fasilitas yang didapat buat jaga malam sama sekali tidak diberikan. Padahal kerja jaga malam sangat berat tanggung jawabnya, pungkas Kaidir. (Budi)









