
Ketua FPRK, Isa Ansari, menegaskan bahwa persoalan keamanan di wilayah tersebut kini menjadi perhatian serius, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga mendapat atensi dari jaringan perjuangan masyarakat di Pontianak.
“Permasalahan teror dan narkoba di Kecamatan Air Upas menjadi atensi perjuangan kawan-kawan di Pontianak. Kami mendesak Polda Kalbar dan Mabes Polri untuk turun tangan menyelesaikan secara tuntas. Segera tangkap pelaku teror dan bandar narkoba,” tegas Isa kepada tim media. Sabtu(25/04/2026).
Ia mengungkapkan, aksi teror yang terjadi dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir telah menimbulkan keresahan luar biasa di tengah masyarakat. Puluhan rumah dilaporkan dibakar oleh orang tak dikenal, bahkan terjadi insiden penembakan terhadap warga sipil.
Kondisi tersebut membuat warga hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Setiap saat mereka merasa terancam, khawatir menjadi korban berikutnya dari aksi pelaku misterius yang hingga kini belum terungkap.
“Aksi teror ini benar-benar menghantui warga. Selama satu tahun terakhir masyarakat hidup tidak tenang, selalu ada rasa takut akan keselamatan jiwa mereka,” lanjutnya.
Tak hanya itu, FPRK juga menyoroti persoalan sosial lain yang dinilai tak kalah mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang mereka terima, di wilayah Kecamatan Benua Kayong terdapat sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya pelajar yang bolos sekolah.
Tempat-tempat tersebut disebut berkedok warung, namun diduga memfasilitasi aktivitas negatif, mulai dari kebiasaan merokok di kalangan pelajar hingga potensi praktik peredaran obat terlarang dan prostitusi.
FPRK mengaku menerima laporan dari sejumlah tenaga pendidik yang pernah mencoba menegur pemilik tempat tersebut. Namun, upaya tersebut justru mendapat respons intimidatif.
“Ada guru yang menegur, tapi malah diancam dengan parang. Bahkan orang tua siswa yang mencoba menegur juga mendapat perlakuan serupa,” ungkap Isa.
Menurutnya, upaya penertiban sebenarnya pernah dilakukan oleh Satpol PP Ketapang, namun tidak membuahkan hasil. Bahkan, imbauan dari pihak kepolisian disebut tidak diindahkan oleh pemilik tempat, sehingga terkesan kebal terhadap hukum.
Melihat kondisi tersebut, FPRK menegaskan tidak akan berhenti pada pernyataan sikap. Dalam waktu dekat, FPRK bersama aliansi masyarakat berencana menggelar audiensi dengan Polres Ketapang guna mendorong langkah konkret aparat dalam menjamin keamanan masyarakat.
“Kami akan segera melakukan audiensi ke Polres Ketapang bersama aliansi masyarakat untuk mencari solusi agar masyarakat benar-benar merasa aman dan kondisi daerah tetap kondusif,” tegasnya.
FPRK menilai negara tidak boleh kalah dengan pelaku teror maupun jaringan narkoba, dan mendesak adanya tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar imbauan.
(Vr/Tim)