oleh

Ini Cerita Capt.Andi Seri, selama dikarantina 6 hari

 

Ket Photo : Ketua Umum Kesatuan Pelatu Kepri Capt Andi Seri,M.Mar

Batam-BeritaInvestigasi.Com, Ketua Umum Kesatuan Pelaut Provinsi Kepulauan Riau Capt Andi Seri,M.Mar pulang kampung ke Tanjungpinang,” Minggu (29/9).

Pengalamanya selama dikarantina dirasakan cukup memberikan pelajaran penting akan pentingnya menjaga kesehatan di musim wabah Covid-19 saat ini. Dikatakan selama 6 hari banyak hal yang dipetik, baik dari sisi makan maupun dari sisi pelayanan lainya, cukup memberikan kesan yang baik.

“Alhamdulillah, kita menilai sangat baik proses karantina yang dilaksanakan pemerintah kota Batam dalam menjalankan Protokol kesehatan bagi pendatang dari luar negri baik Tenaga Kerja Indonesia yang di darat,  maupun pekerja Pelaut yang berada di laut.,” Ujar Capt Andi Seri,M.Mar.

Ket Photo: Capt.Andi Seri berphoto bersama sebelum  menjalani karantina.

Dirinya menambahkan selaku Ketua Umum Pelaut Provinsi Kepri  pelayanan yang baik mesti terus ditingkatkan. Namun dirinya mengusulkan kedepan Pemerintah Kota Batam dalam penerapan prokes karantina harus bisa melihat kembali, Baginya untuk profesi seperti dirinya yang sehari-hari menjalankan kehidupan di kapal, sangat tidak mungkin berinteraksi dengan lingkungan luar. Dirinya bersama ABK kapal yang dipimpinnya menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut.

“Waktu 6 hari cukup lama saya harus menunggu untuk bertemu keluarga. Saya tiba di Tanjung pinggir sebelum sandar di pelabuhan pada tanggal (18/8) harusnya pihak Karantina atau imigrasi  naik dulu keatas kapal untuk melakukan pengecekan dan cap dikapal. Hal itu tidak dilakukan, malah ketika kapal  sandar pada tanggal (19/8) pihak Karantina dan pihak kesehatan langsung  melakukan PCR kepada saya, hasilnya negatif. Begitu juga 16 orang lainya dinyatakan negatif Covid-19. Berselang satu hari pada tanggal (20/8) dilakukan PCR SWAB kembali oleh Pihak Karantina bersama tim kesehatan untuk 6 orang yang sudah habis kontrak / masa kerja di Kapal. Pertanyaan saya, kenapa 6 orang yang dinyatakan negatif harus di PCR lagi dan harus dikarantina selama 6 hari di hotel, sedangkan sisanya bisa bekerja di atas galangan kapal. Seharusnya Sama sama di karantina,” Ujarnya.

Ket Photo: Ketua Umum Kesatuan Pelaut Kepri Capt. Andi Seri bersama 5 orang Kru kapal menjalani karantina selama 6 hari.

Atas pengakuannya, menurut Andi hal tersebut sangat merugikan waktu yang tersita. Dirinya mengatakan bagi perwira laut yang berkerja dikapal dengan masa kontrak selama 6 bulan mereka berada di laut, Sedangkan bagi  Ranting (ABK) lama bekerja mereka dengan kontrak selama 9 bulan berada di kapal. Malah mereka sudah melebihi masa contrak. Hal itu dilakukan diatas kapal tidak pernah berhubungan dengan banyak orang seperti didarat.  Menurut dirinya, selaku pelaut khusus nya yang Habis kontrak, mendarat, habis PCR swab hasil pengecekan nya sebanyak 2x negatif harusnya  bisa langsung pulang. Kenapan harus di karantina, hal ini sangat menyita waktu, Dan hanya sebentar dapat bertemu keluarga. Kecuali Pelaut yg mau naik atas kapal atau join wajib buat kesehatan.

“Jadi terakhir saya mau pulang di PCR lagi di hotel total nya sudah 3x. Semoga kedepan dapat di evaluasi kembali, agar seperti kami pelaut, yang biasa di sebut, pahlawan devisa dapat segera bertemu keluarga  dan dapat segera kembali bekerja di kapal. Karena sebagai pelaut waktu istirahat didarat tidak begitu panjang masa liburnya,” Ungkap Capt, Andi Seri,M.Mar.(it/Tim)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed