Kaum Syarikat Islam Kaltim Gelar Aksi Kecam Pembakaran Al-Quran Di Swedia

Samarinda, Kaltim- BeritaInvestigasi.com
Masa yang tergabung dari berbagai Ormas Islam, Kaum Syarikat Islam Kalimantan Timur (KSI Kaltim) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI Kaltim), Melakukan Orasi pada Jum’at (03/02/2023) pukul 13.30 didepan Kantor Gubernur Kaltim.

Massa yang tergabung dalam aksi solidaritas tersebut mengecam dan mengutuk pelaku pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh politisi Swedia-Denmark Rasmus Paludan

Bentangan spanduk pada mobil komando bertulis “Mengutuk dan Mengecam Tindakan Ekstrimisme dan Gerakan Radikalisme dalam bentuk pembakaran Kitab Suci Al-Quran oleh Teroris Laknatullah Rasmus Paludan dan Teroris Laknatullah Edwin Wagensveld” tersebut menghadirkan sekitar 50 massa aktivis pembela Alquran Kaltim yang mendapat pengawalan dari personil Polresta Samarinda.

Jufri Musa SH, Ketua aksi, Usai orasi dipersilahkan masuk menuju ruang pertemuan lantai 6 kantor Gubernur Kalimantan Timur guna menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap Kaum Syarikat Islam terhadap gejolak yang melecehkan umat muslim sedunia tersebut Jufri Musa mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes untuk mengutuk pelaku anti Islam di Eropa ia mengecam keras perilaku kebiadaban partai sayap kanan berkebangasaan Swedia – Denmark Rasmus Paludan yang dianggap telah menista agama islam dan menyakiti hati seluruh umat muslim dunia jufri juga mengajak seluruh masyarakat islam khusunya di Kaltim agar tidak berdiam diri melihat sikap islamofobia yang kerap terjadi di eropa ucap Jufri

“kami datang dikantor Gubernur ini bukan ingin beretorika atau memainkan drama politik kami kecewa atas perlakuan orang bodoh yang tidak beragama, dan tidak paham,serta tidak memiliki agama karena orang yang beragama dia tidak mungkin menghina agama lain seperti yg dilakukan Rasmus Paludan kami mengutuk keras perlakuan biadab tersebut dan kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia ,Bapak Joko Widodo melalui Gubernur Kalimantan Timur agar menindak tegas penista agama tersebut.tegas Jufri
Sementara itu Anas Yusfiuddin selaku Koordinator aksi juga melampiaskan emosinya dengan mengajak masyarakat Islam Kaltim, Samarinda untuk memboikot produk Swedia serta mengultimatum kepada Pemerintah Propinsi Kaltim agar tuntutannya tersebut betul – betul disampaikan jika tidak dia akan kembali melakukan orasi dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi
“kepada umat muslim Kaltim jangan biarkan produk Swedia masuk ditempat kita ,boikot segala produknya ,kami tidak ingin Alquran dijadikan mainan dan bahan olok- olok bagi kaum kafirun ,melalui Bapak Gubernur Kaltim tolong sampaikan kepada Presiden RI desak Swedia tangkap dan adili Rasmus Paludan jika tidak kami akan hadir lagi dengan jumlah massa 10 kali lipat dari hari ini Allahuakbar,,Allahuakbar,,Allahuakbar ,,ucap Anas (Hos)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *