Lapor Pak Kapolres, Judi Tebak Angka di Daerah Tanah Jawa Wilkum Polres Simalungun Dikelola Don, Las dan Hat

Simalungun, Sumut200 Dilihat

Simalungun, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com Santer terdengar kabar adanya Praktik perjudian tebak angka di wilayah hukum Polres Simalungun, tepatnya di Kecamatan Tanah Jawa.

Menurut informasi praktek perjudian tebak angka di kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun itu saat ini dikuasai bandar bernama Don, Las dan Hat. Sehubungan dengan itu secara tanggung jawab dan kewenangan akankah Kapolsek Tanah Jawa Kompol Manson Nainggolan punya nyali mengungkapnya ? Mengapa tertuju pada Kompol Manson Nainggolan, Sebab daerah tersebut masuk ke dalam wilayah hukum Polsek Tanah Jawa, dan Kompol Manson selaku menjabat Kapolsek Tanah Jawa, Polres Simalungun, Sumatera Utara.

Berbicara tanggung jawab sudah sepatutnya praktek perjudian tersebut dibersihkan. Terlebih pimpinan Polres Simalungun memiliki komitmen, dan pimpinan tertinggi Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu telah mengeluarkan statemen tegas dengan menginstruksikan seluruh jajarannya agar memperioritaskan pemberantasan tindak pidana perjudian.

Mendalami informasi perjudian tersebut, tepat di lokasi tanah Jawa, seorang narasumber yang berhasil  diwawancarai tim awak media mengatakan “Saat ini yang pegang kendali ada tiga bang. Tapi ya gitu, entah aparat kita yang kecolongan atau memang sang mafia yang pintar main suap bawah meja hanya mereka dan Tuhan yang tau,“ ungkapnya seraya meminta agar identitasnya dirahasiakan, Minggu, 24/12/2023.

Ditambahkannya, kami ( masyarakat/ red) dengar- dengar si Don ini merupakan oknum loreng yang dinas di Kepulauan Natuna. Sedangkan Las, oknum cokelat bertugas di Deli Serdang. Sementara Hat, merupakan seorang sipil warga Tomuan, Pematang Siantar.

“Si Don ini dulunya tugas disini, tapi dioper ke Natuna karena ada persoalan. Kalau Abang tau penggerebekan bandar sabu di Huta Bayu bulan Mei 2023 yang lalu, nah menurut ceritanya dari penggerebekan tersebut sempat terseret nama dia (Don), habis itu lah (Don) pindah ke Natuna, sekarang kok bisa balik lagi dia kemari,” ujarnya

Ia juga membeberkan sejumlah nama yang yang disebut turut membantu menjalankan bisnis judi milik Don, Las dan Hat tersebut ” Mereka memasang kaki (agen) yang ditempatkan disejumlah titik diantaranya bernama Frengki Napit, Mono, Pak Candra, Soit, Ucok Regar, Nenggolan Rel, Mamang (oknum loreng) Lalu Diki di wilayah Huta Bayu dan Abdi di daerah Titi Beton” jelasnya.

“Kami (masyarakat/ red) sini sudah sangat resah, kami takutkan anak- anak kami lama kelamaan bisa jadi ikut terkontaminasi dengan praktik- praktik perjudian itu, mau jadi apa masa depan mereka” sebutnya mengakhiri.

Terpisah (Aw/ inisial) saat ditemui dilokasi berbeda mengatakan bahwa dari bisnis judi tebak angka itu ketiga bandar tersebut kabarnya dapat meraup omset hingga puluhan juta rupiah dalam sehari. (Tim/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *