oleh

Penasihat Kapolri, FA Undur Diri Pasca Irjen FS Ditetapkan Tersangka, Ada Apa❓

 

Fahmi Alamsyah (FA), Penasihat Kapolri bidang Komunikasi Publik (doc.10/08/2022)

Jakarta – Beritainvestigasi.com. Proses Pengungkapan dan pendalaman Kasus Kematian Brigadir J terus bergulir. Kabar terbaru terkait pengunduran diri salah satu Penasihat Ahli Kapori Bidang Komunikasi Publik yang kembali disorot Publik.

Selain sebanyak 31 Personil Polri telah diperiksa dan 4 Personil telah ditetapkan sebagai Tersangka, terkini, Penasihat Ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik, Fahmi Alamsyah, mengajukan pengunduran diri dari posisinya pasca Irjen FS ditetapkan Penyidik sebagai Tersangka (Tsk) terkait kasus pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Yoshua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo (FS). Fahmi mengaku surat pengunduran dirinya dikirim kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (09/08/2022) sore.

“Ya saya secara gentle mengundurkan diri. Suratnya sudah disampaikan hari ini ke Kapolri, sore ini,” kata Fahmi saat dikonfirmasi, Selasa (09/08/2922).

Sebut Fahmi bahwa, kasus pembunuhan Brigadir J sangat sensitif dan menyita perhatian publik Nasional.

Fahmi juga menyayangkan namanya ikut terseret dalam pemberitaan media yang dinilai memposisikan dirinya menyusun skenario rekayasa baku tembak.

Fahmi mengaku, para Penasihat Ahli Kapolri lainnya sempat berdiskusi soal namanya yang terseret kasus ini dan memberikan rekomendasi.

Dirinya (Fahmi-red) tak ingin membebani Kapolri dan para Penasohat Ahli setelah dirinya diisukan terlibat skenario merekayasa kronologi penembakan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

“Saya di Penasihat Ahli dirapatkan. Saya mundur karena tak ingin membebani Kapolri ,” kata Fahmi.

Fahmi menegaskan dirinya tak berada di rumah Ferdy Sambo saat dan pasca kejadian penembakan. Dia mengaku memang ditelepon Ferdy Sambo untuk dimintai bantuan menyusun draf press release ke media.

“Pertama, saya tidak hadir (tidak berada) di TKP saat hari Jumat, 8 Juli 2022 (pembunuhan Brigadir Yosua). Kedua, yang dimintakan bantuan oleh FS bukan menyusun skenario kronologis, tapi draf rilis Media,” tegas Fahmi.

Fahmi menceritakan, Sambo mengetahui kematian Brigadir J terendus media lokal Jambi pada Minggu (10/07/2022). Hari itu, dia pun sudah menyarankan kepada Ferdy Sambo untuk menggelar konferensi sesegera mungkin dan selambat – lambatnya pada Senin (11/07/2022) sore.

“Hari Minggu, tanggal 10 Juli. sekitar jam setengah tiga, FS telepon saya. Kenapa telepon saya? Karena dia mendengar informasi ada media yang sudah bertanya ke Kabid Propam Polda Jambi. Pada saat telepon, saya menyarankan ceritakan apa yang terjadi pada Kapolda Jambi di Duren Tiga supaya tidak menambah kebingungan. Kemudian saya sarankan juga selambat – lambatnya Mabes Polri merilis peristiwa Duren Tiga pukul 16.00 Senin,” ujar Fahmi.

Seperti diketahui, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yoshua. Saat ini mantan Kadiv Propam Polri itu ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menetapkan Ferdy Sambo lah yang memerintahkan penembakan terhadap Brigadir Yoshua. Sambo juga dinyatakan merekayasa kronologi, seakan terjadi saling tembak dengan Brigadir Yoshua. Akibat tindakannya ini, Ferdy Sambo terancam hukuman mati.
Selain Sambo, sudah ada tiga tersangka lainnya terkait penembakan Brigadir J.
(Redaksi/@mfibi).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.