Pengelola Perpustakaan Ketapang Jadi Peserta Terbaik dalam Bimbingan Teknis Perpustakaan Nasional

Ketapang2106 Dilihat

 

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com Perpustakaan Nasional di Tahun 2024 Kembali mengelar program pengembangan dalam rangka penguatan kegemaran membaca dan literasi masyarakat kepada Perpustakaan Desa/Kelurahan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) melalui Pengadaan Buku Bacaan Bermutu.

Program ini dilaksanakan di 10.000 Perpustakaan Desa/Kelurahan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di 500 Kabupaten/Kota yang tersebar di 38 Provinsi. Guna mensukseskan program ini Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan Bimbingan Teknis kepada Pengelola Perpustakaan.

Bimbingan Teknis di tahap pertama ini dilakukan kepada 1.430 Pengelola Perpustakaan di 19 Provinsi termasuk penyelenggaraan di Provinsi Kalimantan Barat yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 s.d. 22 Mei 2024 bertempat di Hotel Grand Mahkota Pontianak.

Kegiatan di Kota Pontianak ini diikuti oleh sekitar 269 Peserta dengan materi disampaikan Perpustakaan Nasional yang terdiri dari a) Penguatan Literasi Masyarakat Melalui TPBIS (Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) Untuk Mendukung Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka; b) Strategi Transformasi Perpustakaan; c) Pengelolaan Perpustakaan; d) Peningkatan Minat Baca; e) Sistem Manajemen Informasi; dan f) Dampak Layanan Perpustakaan.

Pada kegiatan Bimbingan Teknis ini, partisipasi aktif peserta dari Kabupaten Ketapang patut diapresiasi Perpustakaan Nasional. Peserta mengeluarkan banyak ide program dalam pengembangan minat baca di era kekinian yang memadukan antara buku dan teknologi informasi. Pengelola Perpustakaan dari Kabupaten Ketapang sangat mendominasi forum tersebut dan menjadi peserta terbaik yakni TBM Sahabat Cita Khatulistiwa, TBM Al-Jihad, TBM Baitun Naba, Perpustakaan Desa Tuan Tuan, Perpustakaan Desa Sukadamai, dan Perpustakaan Desa Kinjil Pesisir.

Neng Marlina Efendi yang menjadi peserta terbaik mengatakan “Kegiatan ini merupakan langkah awal Perpustakaan Nasional dalam meningkatkan Sumber daya manusia untuk mencapai generasi Indonesia Emas 2045 melalui gerakan literasi”, Sabtu(25/05/2024).

Marlina sapaan akrabnya merupakan Pengelola TBM Sahabat Cita Khatulistiwa yang berdomisili di Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang menyebut program ini sangat bermamfaat dalam meningkatkan akses pengetahuan pada masyarakat luas melalui bacaan.

“Bimtek ini merupakan bagian penting bagi kami pengelola untuk meramahkan kembali fungsi perpustakaan umum bagi masyarakat yang kurang terhadap akses informasi. Bahwa perpustakaan tidak hanya untuk anak-anak tingkat sekolah, tetapi lebih luas mencakup seluruh elemen masyarakat, ” harap Marlina.

Adanya perpustakaan umum dapat memberikan perubahan yang positif bagi masyarakat. Bimbingan Teknis ini diharapkan para pengelola perpustakaan dapat mengimplementasikan di Desa masing-masing.

“Terutama untuk menghidupkan kembali perpustakaan sehingga gerak literasi semakin nyata dan dekat dengan masyarakat,” tutupnya.

Vr