
Tangerang Selatan- Beritainvestigasi.com Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III BPSDM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Studi Lapangan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 22 peserta PKP Angkatan III tersebut merupakan bagian dari pembelajaran praktik untuk memperluas wawasan dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami penerapan manajemen kinerja serta pelayanan publik di lingkungan pemerintahan.
Rombongan peserta PKP Angkatan III dipimpin oleh Ketua Angkatan III, Sejahtera Yitro Harefa, S.Sos., M.Ap., serta didampingi oleh Pembimbing, Nunung Sri Wahyuni, S.E., M.Ak.
Disambut Sekretaris DLH Kota Tangerang Selatan
Kedatangan rombongan peserta PKP disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Bapak Erik Gustaman, S.H., M.Ap.
Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil, tugas dan fungsi, program kerja, inovasi, serta berbagai strategi yang diterapkan DLH Kota Tangerang Selatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Penyambutan tersebut menjadi momentum penting bagi peserta untuk berdialog dan menggali pengalaman praktis dari DLH Kota Tangerang Selatan, terutama mengenai bagaimana kepemimpinan dan manajemen kinerja diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan publik.
Belajar dari Pengelolaan Persampahan dan Inovasi Pelayanan
Salah satu fokus utama dalam studi lapangan adalah pengelolaan persampahan. DLH Kota Tangerang Selatan menghadapi tantangan pengelolaan sampah dengan timbulan sekitar 1.029,26 ton per hari. Dalam pengelolaannya, pemerintah daerah mengembangkan berbagai pendekatan dari hulu hingga hilir melalui Bank Sampah, TPS3R, pengelolaan Maggot BSF, serta fasilitas pengolahan sampah seperti ITF/MRF.
Selain pengelolaan persampahan, peserta juga memperoleh wawasan mengenai berbagai program lingkungan hidup, antara lain Sekolah Adiwiyata, Kampung Iklim, pembinaan masyarakat peduli lingkungan, pelayanan laboratorium lingkungan, pengelolaan ruang terbuka hijau, serta berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pihak lainnya.
Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Pelayanan Publik
Dalam aspek inovasi pelayanan publik, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai SIMALIH (Sistem Informasi dan Layanan Lingkungan Hidup).
SIMALIH dikembangkan sebagai media informasi dan pelayanan lingkungan hidup yang bertujuan mengintegrasikan data serta layanan agar lebih mudah diakses oleh pemerintah maupun masyarakat. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi digital dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengambilan keputusan berbasis data.
Bagi peserta PKP, praktik tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa inovasi pelayanan publik harus berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, mudah diakses, serta terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan
Studi lapangan juga memberikan pemahaman bahwa persoalan lingkungan hidup membutuhkan pendekatan kolaboratif. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan perubahan perilaku masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sekolah, dunia usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan program yang berkelanjutan.
Peserta PKP memperoleh pembelajaran bahwa pelayanan publik yang baik bukan hanya mengenai pencapaian target organisasi, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, koordinasi, partisipasi, inovasi, serta keberlanjutan program.
Menjadi Inspirasi dalam Penerapan di Instansi Masing-Masing
Melalui kegiatan studi lapangan ini, peserta PKP diharapkan mampu mengambil berbagai praktik baik yang diterapkan DLH Kota Tangerang Selatan dan mengadaptasinya sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan organisasi masing-masing.
Bagi Ketua Angkatan III, Sejahtera Yitro Harefa, S.Sos., M.Ap., kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran peserta dalam memperkuat wawasan kepemimpinan, manajemen kinerja, dan pelayanan publik melalui pengalaman langsung di lapangan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi peserta dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Studi lapangan ini pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar dari praktik nyata, membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menemukan gagasan baru dalam meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kegiatan PKP Angkatan III BPSDM Provinsi Sumatera Utara diharapkan mampu melahirkan pemimpin pengawas yang adaptif, responsif, dan mampu menghadirkan perubahan positif di lingkungan kerjanya masing-masing. (Ril)