Polisi Tangkap Mafia Beras SPHP Bulog Sulap Jadi Kemasan Premium

Jawa Timur, Nasional672 Dilihat

Malang, Jawa Timur – Beritainvestigasi.com. Ada-ada saja perbuatan tak terpuji dari seorang Ibu Rumah Tangga di Malang ini. Akhirnya, Aparat Polres Malang, Polda Jatim, berhasil membongkar jaringan Pemalsu Beras SPHP Bulog menjadi kemasan premium.

Diduga, Pelaku mengemas ulang beras subsidi Pemerintah tersebut kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi dalam kemasan Beras Premium.

Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih, mengatakan, tersangka EH (37) warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tersangka EH berhasil diamankan Tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Malang di toko beras ‘Rizky Zain’ miliknya di Jalan Kubu, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Jumat (15/03/2024).

“Kami berhasil mengungkap kasus tindak pidana perlindungan konsumen dan pangan terkait pengemasan kembali beras Bulog program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)  menjadi kemasan premium,” kata Kompol Imam Mustolih di hadapan Awak Media saat konferensi pers di Mapolres Malang, Senin (18/03/2024).

Wakapolres menjelaskan, pengungkapan kasus bermula saat pihaknya menyoroti fluktuasi harga beras yang tinggi di wilayah Kabupaten Malang. Tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Malang kemudian melakukan penyelidikan hingga mendapati informasi jika Tersangka EH kerap menyalahgunakan beras SPHP subsidi Pemerintah, kemudian dijual kembali untuk mendapat keuntungan pribadi.

Dari penangkapan tersebut, Polisi berhasil menyita sebanyak 1,2 ton beras Bulog kemasan 50 Kg, 445 Kg beras kemasan ulang merk Ramos Bandung, dan 450 Kg beras kemasan ulang merk Raja Lele. Dan, 1 unit kendaraan Suzuki Carry yang digunakan sebagai alat angkut, serta peralatan kemasan berupa mesin jahit karung dan timbangan, juga turut diamankan Polisi.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka EH mengubah kemasan Beras Bulog SPHP ukuran 50 Kg yang penjualan dan harganya telah diatur oleh Pemerintah, yakni Rp. 10.900,- per Kg. Beras tersebut kemudian dikemas ulang dengan kemasan merk ‘Raja Lele’ dan ‘Ramos Bandung’ dengan ukuran 25 Kg dan 5 Kg lalu dijual dengan harga Rp. 14 ribu hingga Rp. 16 ribu per Kg.

“Modus operandi yang bersangkutan dengan membuat re-packing pengemasan ulang ini dijual dengan rata-rata per Kg-nya menjadi Rp. 14 ribu yang tentunya ini melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan Pemerintah,” terang Wakapolres.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka EH diketahui memulai praktik illegal tersebut sejak lima bulan lalu. Awalnya EH mendapatkan informasi pembelian beras Bulog melalui grup penjual di media sosial sekitar pertengahan Oktober 2023 lalu. Untuk mengelabui aksinya, tersangka memanfaatkan Toko beras miliknya sebagai tempat pengemasan ulang kemasan beras agar tidak dicurigai Petugas. Sedikitnya EH telah meraup keuntungan sejumlah Rp 45 juta selama beroperasi.

Lanjut AKP Gandha, Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait pemasok beras Bulog SPHP yang peredarannya diatur oleh Pemerintah. Menurutnya, di media sosial banyak pedagang yang menawarkan beras SPHP yang tentunya dilarang karena termasuk barang-barang yang mendapatkan pengawasan khusus oleh Pemerintah.

“Tidak menutup kemungkinan segala celah-celah kami dalami segala informasi karena penyidikan juga masih kami kembangkan. Kami, dari Satgas Pangan terus bergerak secara aktif dalam mengawasi, mengontrol dan mengendalikan harga-harga bahan pokok yang ada di wilayah Kabupaten Malang ini,” ujar AKP. Gandha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *