oleh

Pra UKW Perdana Serikat Pers Indonesia (SPI) Digelar di Riau

Jakarta – Beritainvestigasi.com. Setelah menjalani tahap demi tahap, hingga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia mendapatkan Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Lembaga yang Dipimpin, Heintje Mandagie ini, terus melakukan sosialisasi akan digelarnya Pelatihan Jurnalis yang diuji oleh Asesor bersertifikat BNSP.

Solidaritas Pers Indonesia (SPI), salah satunya. Melihat peluang bahwa Sertifikasi Kompetensi wartawan (SKW) atau yang sering disebut UKW ini sangat penting, Ketua Umum SPI, Suriani Siboro secara intens melakukan komunikasi dengan salah seorang Asesor LSP Pers Indonesia, Wesly H Sihombing untuk memberikan pengarahan tahap demi tahap agar SPI dapat melakukan Pra UKW dengan skema Wartawan Muda Reporter, Wartawan Muda Kameramen, Wartawan Madya dan Wartawan Utama.

Menurut Suriani, segala syarat yang ditentukan untuk melakukan Pra UKW telah dipenuhi, sehingga materi yang akan dipaparkan saat SKW berasal dari LSP Pers Indonesia.

” Dengan mematuhi Prokes, untuk tahap pertama ada 20 orang peserta, dan nanti tahap kedua sebentar lagi akan kita laksanakan. Karena masa pandemi covid-19, kita mengadakan secara bertahap sampai bulan September Insya Allah kita sudah siap melaksanakan UKW dari LSP Pers Indonesia bekerjasama dengan BNSP,” jelasnya usai kegiatan Pra UKW, di Kantor Sekretariat SPI, Riau, Kamis (01/07/2021)

Lanjutnya, SPI sangat berterimakasih kepada LSP Pers Indonesia melalui Asesor, Wesly, yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan melakukan kepada SPI untuk melakukan Pra UKW ini. Walaupun kami organisasi baru, tapi kami berusaha ingin menjadi yang pertama melakukan UKW versi LSP Pers Indonesia.

Dalam waktu kesempatan yang sama anggota SPI juga mengatakan kepuasannya terhadap SPI dalam menyelenggarakan Pra UKW.

” Saya merasa bangga, senang dan terharu, karena kami melihat keperdulian Ketua Umum kami dalam melaksanakan program kerja organisasi SPI disamping itu kami mendapat ilmu yang luar biasa dalam melaksanakan tugas jurnalis di lapangan”, ucap Wawan Syaputra sebagai ketua DPD Kuantan Singingi.

Saat diminta tanggapannya, Ketua Umum LSP Pers Indonesia, Heintje Mandagie, mengatakan, siapapun boleh mengadakan Pra UKW, dan kita akan memberikan materinya.
Tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Tempat Uji Kompetensi (TUK) harus standart dari BNSP.

” Ruangan, meja, kursi, infocus+layar, wifi, termasuk fasilitas parkir, ini sebahagian syarat yang harus dipenuhi, kita verifikasi dan kita berikan surat kelayakan melaksanakan SKW, bila syarat semua dipenuhi¬† ,” jelasnya, Jumat (02/07/2021) melalui sambungan telepon seluler.

Lanjut Heintje, kalau tidak ada kendala, di pertengahan bulan Agustus kita akan melaksanakan UKW serentak di beberapa Provinsi dengan mengirimkan 20 orang Asesor bersertifikat BNSP.

Saat ditemui di Kalibata Plaza, Jakarta Selatan, Jumat (02/07/2021), salah seorang Asesor LSP Pers Indonesia, Wesly H Sihombing, mengapresiasi apa yang dilaksanakan SPI. Menurutnya, kita sebagai Asesor akan senang dan mengapresiasi bila ada Organisasi Pers ataupun perorangan ingin mengikuti SKW (UKW) versi LSP Pers Indonesia.

” Sebagai Asesor saya tidak bisa hanya merangkul Organisasi yang saya naungi. Organisasi manapun, bila memang mereka ingin mengadakan SKW, dari LSP Pers Indonesia akan memberikan materinya, dan silahkan mereka memberikan pelatihan kepada peserta. Kita akan apresiasi. Sebagai Asesor kita tidak diperbolehkan untuk memberikan materi pelatihan pra SKW. Hal tersebut untuk menghindari konflik kepentingan. Karena Asesor itu milik seluruh wartawan, bukan hanya milik Organisasi yang saya naungi. Jadi, bila SPI yang perdana melakukan Pra UKW, itu berarti SPI pro aktif mengikuti dan melakukan komunikasi,” tutur Wesly menjelaskan kenapa SPI yang baru “seumur jagung” mendapatkan kesempatan melaksanakan Pra SKW perdana.¬† (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed