
Hadir dalam kegitan tersebut, KKPH Kayong Utara, Hendarto, Ketua Yayasan Palung, Edi Rahman, Pembina KUPS, Desi, beberapa Ketua LPHD dan Pengurus LPHD yang ada di Kecamatan Simpang Hilir serta Ketua KUPS se- Kecamatan Simpang Hilir.
Pada Kesempatan tersebut, Kepala KPH Kabupaten Kayong Utara, Hendarto menyampaikan, saat ini kita sudah mempunyai Galeri yang diberikan oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Barat kepada KPH, ini sebagai bentuk Motivasi dan Apresiasi Gubernur Kalimantan Barat terhadap KPH – KPH se-Provinsi Kalimantan Barat yang telah membina Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang ada di setiap Kabupaten Kotanya masing -masing,” ujar Hendarto.
Hendarto mengatakan bahwa Gubernur tetap memantau perkembangan kinerja KPH yang dibuktikan dengan intensitas Pengrajin dalam mengembangkan, mengisi dan menjual Produk KUPS di Galeri yang telah tersedia.
“Saat ini pengelolaan Galeri tersebut dikelola oleh wadah Koperasi,” katanya.
Hendarto juga menyinggung Agroforety Kopi yang saat ini sedang dikembangkan, tidak hanya jenis kopi Robusta yang memang sudah ada di setiap desa di Kecamatan Simpang Hilir, jenis kopi Ekselsa dan jenis kopi Liberika juga akan dikembangkan di Kabupaten Kayong Utara, pengembangan Komoditi kopi tersebut akan dimulai dengan sekolah lapangan yang akan dilakukan di Desa Penjalaan beberapa waktu ke depan demi terbentuknya petani-petani kopi yang trampil serta berpengetahuan dan demi mendapatkan biji kopi yang berwalitas yang diharapkan akan tembus ke pasaran Nasional.
Tidak hanya menyinngung komoditi kopi saja, Hendarto juga memberikan semangat kepada Para Ketua KUPS yang saat itu hadir.
” Silakan Bapak/Ibu yang sudah memiliki produk unggulan masing –masing untuk terus berupaya memperbanyak serta mengembangkan produknya dengan inovasi-inovasi baru. Perlu juga diingat, khusus produk makanan dan minuman sebaiknya sudah memiliki Perusahaan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta lebel Halal. Berhubung kita sudah memiliki Galeri di Pontianak, ini akan mempermudah kita untuk menjual hasil prodak KUPS. Saat ini Produk yang sudah ada di galeri tersebut tidak hanya berasal dari Kayong Utara saja, tetapi juga berasal dari tiga belas (13) Kabupaten Kota lainnya di Kalimantan Barat,” jelas Hendarto.
Progres yang disampaikan tersebut disambut baik oleh seluruh pengurus KUPS yang hadir pada saat itu, dan cukup antusias terhadap upaya yang telah dilakukan oleh KPH Kayong Utara walau terdapat sedikit kendala masalah permodalan yang dihadapi.
Dilain pihak, upaya dalam membatu serta meningkatkan penjualan Produk KUPS juga dilakukan oleh Yayasan Palung di wilayah Kayong Utara.
Menurut Edi Rahman, saat ini Yayasan Palung melalui Pendampingnya siap mengakomodir hasil produk KUPS yang nantinya akan dijual di galeri milik Yayasan Palung di Bentangor.
Melalui pendampingnya, Yayasan Palung juga berupaya membantu legalitas produk seperti PIRT serta lebel halal dengan melakukan kerja sama bersama Disperindagkop KK.
“Sementara produk yang dijual di galeri milik yayasan Palung dikhususkan pada hari Sabtu dan Minggu saja,” kata Edy Rahman.
Edi Rahman menambahkan, agar setiap KUPS menjaga kwalitas dan brand.
”Saya harap selain kwalitas yang harus dijaga pada produk, Brand pada lebel disetiap produk juga perlu dimunculkan, silakan setiap KUPS memasang lebel yang dimana disetiap lebel ada gambar Orang Hutan selain itu tulisan Organik pada lebel produk juga perlu dimunculkan ini sebagai bentuk keramahan hasil produk terhadap alam sekitar,” Edy berharap.
Pada kesempatan itu, Desi, Pembina KUPS turut menimpali, Erlis, selaku Pendamping nantinya akan berkunjung di setiap KUPS ibu/bapak untuk memantau perkembangan KUPS dengan bertanya berapa banyak produksi, dijual kemana saja, berapa banyak penjualan dan berapa keuntungan dari penjualan yang nantinya akan di input oleh pendamping dan dilaporkan kepada pihak Yayasan Palung agar kelebihan maupun kekurangan di setiap KUPS dapat terpantau dan dapat diberikan pembinaan demi keberlangsungan KUPS tersebut dengan harapan 23 (dua puluh tiga) KUPS yang ada di Kecamatan Simpang Hilir lebih maju dan berkembang serta mampu mencapai kesejahteraan bagi anggota kelompok Perhutanan Sosial. (Ham/Vr).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).