Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Dusun Segok–Sebaboy Pertanyakan Kehadiran Negara

Sanggau, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Semangat kemerdekaan dan pemerataan pembangunan kembali dipertanyakan. Hingga lebih dari tujuh dekade Indonesia merdeka, warga Dusun Segok–Sebaboy, Desa Sebuduh, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengaku belum pernah menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kondisi ini menempatkan masyarakat pedalaman tersebut dalam keterbatasan yang berkepanjangan. Senin (26/1/2026).

Warga menyebut telah berulang kali mengajukan permohonan pemasangan jaringan listrik melalui proposal resmi kepada pemerintah dan instansi terkait. Namun, seluruh pengajuan tersebut belum membuahkan hasil. Bahkan, proposal terakhir yang diajukan pada tahun 2025 hingga kini belum mendapat tanggapan.

Medi, salah satu warga Dusun Segok–Sebaboy, mengatakan ketiadaan listrik telah menjadi persoalan turun-temurun yang belum terselesaikan.

“Sudah puluhan tahun kami hidup tanpa listrik negara. Proposal kami ajukan dari tahun ke tahun, terakhir pada 2025, tetapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Kami merasa seperti diabaikan,” ujar Medi kepada wartawan.

Hal serupa disampaikan Paulus, warga lainnya. Ia menuturkan bahwa dusun mereka sama sekali belum pernah dialiri listrik PLN. Selama ini, masyarakat hanya mengandalkan listrik tenaga surya dengan kapasitas terbatas.

“Selama puluhan tahun kampung kami tidak ada listrik dari PLN. Kami hanya menggunakan tenaga surya yang dayanya sangat terbatas. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari,” kata Paulus.

Paulus menambahkan, berbagai upaya administratif telah ditempuh warga untuk mendapatkan perhatian pemerintah, namun belum membuahkan respons konkret.

“Proposal sudah kami ajukan berkali-kali, termasuk pada tahun 2025. Sampai sekarang belum ada tanggapan,” tegasnya.

Ketiadaan listrik berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Aktivitas belajar anak-anak terganggu, usaha ekonomi warga sulit berkembang, serta biaya hidup meningkat akibat ketergantungan pada sumber penerangan alternatif yang terbatas.

Warga menilai kondisi ini mencerminkan belum meratanya pembangunan, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Sanggau. Di tengah gencarnya narasi pembangunan nasional dan daerah, Dusun Segok–Sebaboy masih harus hidup tanpa akses dasar berupa listrik.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga Pemerintah Pusat dapat turun langsung ke lapangan dan menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dasar mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sanggau maupun pihak PLN terkait belum tersedianya jaringan listrik di Dusun Segok–Sebaboy, Desa Sebuduh.

Pewarta: Andus. M