oleh

Siapa Dalang Pengerusakan Warung Sekaligus Rumah Tinggal Hadi Supeno yang Dilakukan OTK?

Bandar Lampung – Beritainvestigasi.com. Pengerusakan warung sekaligus rumah tinggal pasangan suami istri, Hadi Supeno dan Susi Andriani di jalan Ir. Sutami, Way Gubak, Sukabumi, Kota Bandar Lampung yang terjadi pada tanggal 17 Juni 2021, ternyata mengisahkan cerita dibalik dugaan masalah penyerobotan lahan tanah tanpa izin.

Kepada Awak media, Hadi Supeno yang didampingi istri, di lokasi Tempat Kejadiaan Perkara (TKP), menceritakan kronologis sebelum terjadinya pengerusakan warung dan tempat tinggal miliknya. Jumat (27/08/2021).

Ket. Foto : Hadi Supeno dan Istri, Susi Andriani.
Tampak bangunan milik Hadi Supeno diberi garis police line, Jumat (27/08/2021.

” Sebelum kejadiaan, Bapak Nawawi sering datang ke sini (TKP-red), 3 (tiga) kali datang untuk meminta kami mengosongkan/membongkar warung sekaligus rumah, dan segera pindah dari lokasi tempat tinggal yang selama ini kami tempati,” ujar Hadi Supeno.

Diceritakan Hadi Supeno, bahwa Nawawi juga sempat menawarkan sejumlah uang kepadanya untuk pindah, namun mereka tidak terima.

” Pak Nawawi pernah menawarkan sejumlah uang. Pertama sebesar 1 (satu) juta rupiah. Karena kita tak mau terima, Nawawi kembali menawarkan sebesar 7 (tujuh) juta dan 10 (sepuluh) juta rupiah, tapi kita tak terima,” ujar Hadi.

Lanjut Hadi dalam ceritanya, akibat penolakan tersebut, Nawawi diduga mengancam keluarga tersebut dengan mengirim orang untuk membongkar dan menghancurkan warung sekaligus rumah yang ditempati Hadi Supeno dan istri, bila tidak ingin pindah.

“Ya sudah ya, saya sudah menyampaikan etikat baik saya dengan menawarkan ganti rugi, tapi ibu dan keluarga tidak mau terima. Jangan salahkan bila suatu saat ada orang yang saya suruh ngerobohin warung ini dan jangan berharap lagi saya ganti rugi. Ini nomor telpon dan WA saya, kalau ibu dan bapak berubah fikiran, telpon saya” ucap Susi Andriani menirukan ucapan Nawawi ketika terakhir kali datang ke warung nya.

Berselang 2 (dua)bulan dari penawaran dan dugaan pengancaman tersebut, tepatnya tanggal 17 Juni 2021, sebanyak 9 (sembilan) orang tak dikenal, yang diduga orang suruhan Nawawi, datang dengan membawa perlengkapan Bodem, Palu, Linggis dam Pedang, tanpa banyak bicara langsung menghancurkan dan berupaya merobohkan warung sekaligus tempat tinggal Keluarga Hadi Supeno.

” Ini semua dilakukan oleh sembilan orang tak dikenal tersebut, sehingga porak-poranda,” jelas Hadi, sembari memperlihatkan puing-puing dan barang-barang yang berantakan.

Menindaklanjuti apa yang dialaminya, Hadi Suseno dan Susi Andriani, melaporkan kejadiaan tersebut ke Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini, Polda Lampung. Dengan nomor laporan : STPL/B/915/06/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG.

Menelusuri cerita Hadi Supeno, team awak media ini mencoba meminta konfirmasi kepada orang yang disebut Hadi Supeno, yaitu Nawawi.

Melalui pesan WhatsApp (chat), beberapa pertanyaan yang disampaikan, direspon dan dijawab dengan baik oleh Nawawi. Sabtu (28/08/2021).

Dijelaskan Nawawi, Pemilik tanah bernama Suryanto tidak mengijinkan ada bangunan-bangunan liar yang berdiri diatas tanahnya, termasuk warung dan tempat tinggal Hadi Supeno dan istri. Karena dianggap mengganggu, dan bangunan liar tanpa izin atas pembangunan rumah tersebut.

Lanjut Nawawi, awal mulanya Hadi Supeno mau menumpang untuk berjualan nasi goreng dan pasang tenda saja.

Seiring waktu, Supeno mendirikan bangunan rumah yang menurut pemilik tanah tidak ada izin. Sebelumnya kami sudah beritahukan ke Hadi Supeno bahwa pemilik tanah tidak mengizinkan orang lain mendirikan bangunan di atas tanahnya tersebut, tetapi Hadi Supeno tidak mengindahkan.

Suatu ketika pemilik tanah meminta tolong bantuan kepada saya untuk mencegah dan memberitahukan kepada warga masyarakat yang mendirikan bangunan liar dan penimbunan siring saluran air hujan. Termasuk beberapa warga masyarakat lain yang sedang mendirikan bangunan di lokasi tanah milik Suryanto.

” secara lisan pemilik tanah (Suryanto-red) meminta bantuan kepada saya untuk melihat dan mengawasi lokasi tanah tersebut. Sehingga, atas keberatan dan larangan dari pemilik tanah mendirikan bangunan liar, saya mengumpulkan semua yang mendirikan dan yang akan mendirikan bangunan, termasuk penimbunan siring saluran pembuangan air hujan. Dan Hadi Supeno salah satunya,” jelas Nawawi.

” Saya sampaikan, bahwa pemilik tanah tidak mengijinkan dan meminta agar menghentikan kegiatan pembangunan dan mengosongkan bangunan-bangunan diatas tanah miliknya,” ucap Nawawi.

Nawawi mengakui, antara dirinya dan Suryanto merupakan sebatas teman yang sudah seperti Saudara.

” Memang benar saya pernah mendatangi kediaman Hadi Supeno. Bahkan 5 (lima) kali saya datangi. Tapi tujuannya untuk koordinasi dan memohon agar Hadi Supeno mau mematuhi permintaan dari pemilik tanah, seperti warga yang lain,” ungkapnya.

Nawawi juga mengakui pernah menawarkan uang sebesar 1,5 juta, 7 juta dan terakhir sebesar 10 -15 juta sebagai kebijakan untuk Hadi Supeno sekedar untuk ganti paku, ongkos bongkar dan ongkos pindah jika Hadi Supeno mau pindah dan mau membongkar bangunannya, seperti warga yang lain.

” Saya menawarkan uang tersebut sembari memohon dan bersujud kepada Hadi Supeno, dan berkata ; saya tidak enak sama yang punya tanah, nanti dikira saya yang menyewakan lahannya. Jika saya dilaporkan, saya yang jadi repot. Tetap saja mereka tidak terima,” ucap Nawawi.

Namun, terkait pengancaman, dan akan mengirim orang untuk menghancurkan bangunan Hadi Supeno, Nawawi membantahnya, dirinya tak pernah melakukan apa yang dituduhkan Hadi Supeno. Sebaliknya, dirinya lah yang diancam untuk jangan ikut campur, kalau tidak dirinya mau dilaporkan, bahkan dirinya diusirnya dari rumah tersebut.

” Setelah saya diusir dari rumahnya, semenjak itulah, kira-kira 2 bulan lebih saya tidak pernah ke rumah Hadi Supeno lagi,” ucap Nawawi.

” Tidak pernah saya mengancam apalagi menyuruh orang untuk melakukan pengerusakan. Malah sebaliknya saya diusir dari rumahnya sambil mengancam saya. ” jangan pernah menginjak rumah ini lagi dan jangan urusin saya. Perkara mau atau tidaknya saya pindah, bukan urusan kamu, sudah pergi sana.,” tutur Nawawi menirukan ucapan Hadi Supeno saat itu.

” Demi Allah, Demi Rosullulloh, saya tidak pernah memerintahkan untuk melakukan perbuatan semacam itu. Apa yang saya katakan ini, itulah kejadiaan sebenarnya,” pungkas Nawawi.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi media ini masih mencoba meminta keterangan kepada pihak yang menangani laporan Hadi Supeno dan istri, sejauh mana perkembangan hasil penyelidakan yang telah dilakukan. (wes/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed