
Mamuju, Sulawesi Barat- Beritainvestigasi.com Wahyu Tanjung terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mamuju dalam Rapat Pengurus Lengkap KADIN Kabupaten Mamuju pada 26 Oktober 2026. Terpilihnya Wahyu diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah.
Kepemimpinan baru ini hadir dengan tantangan sekaligus peluang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Kabupaten Mamuju. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju memiliki posisi strategis dalam aktivitas perdagangan, distribusi barang dan jasa, serta pengembangan investasi. Potensi tersebut perlu didukung oleh iklim usaha yang kondusif dan keterlibatan aktif para pelaku usaha dalam pembangunan daerah.
Dalam menjalankan perannya, KADIN Kabupaten Mamuju diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara pengusaha dan pemerintah daerah, terutama dalam menciptakan kebijakan yang mendukung perkembangan usaha. Kolaborasi ini penting untuk memperluas akses pasar, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di tengah dinamika perekonomian.
Di sisi lain, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu menjadi perhatian dalam membangun perekonomian yang inklusif. Melalui perluasan jejaring bisnis, pengembangan kemitraan, dan peningkatan nilai tambah produk lokal, KADIN dapat berkontribusi dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Terpilihnya Wahyu Tanjung juga menjadi kesempatan untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi agar KADIN semakin responsif terhadap kebutuhan anggotanya. Soliditas organisasi dan program kerja yang terarah akan menjadi modal penting dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Dengan demikian, kepemimpinan Wahyu Tanjung diharapkan tidak hanya memperkuat eksistensi organisasi, tetapi juga mendorong lahirnya langkah-langkah konkret yang menghubungkan potensi ekonomi Mamuju dengan peluang usaha dan investasi. Keberhasilan upaya tersebut akan ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi, menerjemahkan kebutuhan pengusaha menjadi agenda kerja, serta menjaga keberlanjutan program organisasi. (Red)





