Warga Gotong Royong Benahi Jalan Aset Pemda Bernilai Historis

Jalan yang sudah roboh lebih dari separoh badan Jalan sebelum di perbaiki.

Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Puluhan warga di 6 Kecamatan Simpang Hilir, turun ke jalan melakukan gotong royong memperbaiki Jalan. Pada Sabtu (05/02/2022).

Gotong royong yang diprakarsai oleh Abdul Zamad itu turut dihadiri oleh Babinsa Teluk Melano, Sertu Raden Burhanudin.

Warga menggunakan material batang kelapa menutupi badan jalan yang sudah roboh

Hadir pula beberapa Tokoh Masyarakat serta warga sekitar untuk memperbaiki jalan yang berlokasi di Jalan Gusti Roem, yang saat ini dalam kondisi rusak parah di mana badan jalan nyaris putus.

Tampak warga mengunakan material ala kadar (batang kelapa) untuk menutupi badan jalan yang sudah roboh dan rawan akan kecelakaan terutama pada malam hari.

Abdul Zamad, Anggota DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kayong Utara

Menurut Abdul Rani, salah seorang tokoh masyarakat, terakhir jalan Gusti Roem ini diperbaiki pada tahun 2019 menggunakan dana APBD 2019 namun pekerjaannya kurang sempurna.

” Semestinya pekerjaan tersebut bilamana ada yang rusak menjadi tanggung jawab pihak Kontraktor di dalam pemeliharaannya selama 3 bulan, ternyata hal itu tidak dilakukan,” tutur Abdul Rani, kepada Media ini.

Dituturkan Abdul Rani, gotong royong yang dilakukan atas prakarsa dari Adul Zamad.

Abdul Rani, Tokoh Masyarakat Simpang Hilir sekaligus tokoh Pemekaran

“Gotong royong ini d prakarsai oleh bapak Abdul Zamad, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kayong Utara,” kata tokoh yang akrab disapa Long Rani itu.

Abdul Rani berharap terhadap jalan tersebut ada perhatian dari Pemerintah.

” Kami berharap Pemkab KKU dalam hal ini Dinas PUPR, agar jalan tersebut menjadi skala prioritas pembangunan, karena jalan ini mempunyai historis di masa Kerajaan Simpang, dan jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan Kerajaan sehingga diberi nama Jalan Gusti Roem,” terang Long Rani.

Lebih lanjut Long Rani menerangkan bahwa Jalan itu merupakan jalan akses masyarakat menuju desa tetangga.

“Seperti Desa Sungai Mata Mata, Batubarat Lubuk Batu, bahkan menuju perusahaan perkebunan sawit, dan di sana ada bangunan sekolah yang jarak tempuhnya lebih dekat ketimbang harus memutar ke jalan Air Rimba dan Jalan Gloria,” tukasnya.  (Vr).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *