BATAM, Kepri – Beritainvestigasi.com Ribuan warga perantau asal Sulawesi Selatan yang bermukim di Kota Batam memadati Golden Prawn, Batam, pada Minggu (12/1/2025) malam. Mereka menghadiri pelantikan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Andi Tajuddin, beserta jajarannya.
Sebanyak 1.500 kursi yang disediakan panitia tidak mampu menampung seluruh tamu undangan yang hadir dari 12 kecamatan di Batam. Bahkan, banyak warga terpaksa berdiri di teras gedung pelantikan, meskipun hujan lebat mengguyur Kota Batam selama empat hari terakhir.
Tokoh Penting Hadir
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Mayjen TNI (Purn) Eddy Rate Muis, mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI (2021–2022). Hadir pula Walikota Batam terpilih, Amsakar Achmad, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Raja M. Amin, anggota DPRD Kepri dan Kota Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung, serta pendiri Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat), Saparuddin Muda.
“Saya sengaja datang dari Jakarta atas undangan Ketua KKSS Kepri, Bapak Ady Indra Pawennari. Luar biasa, kekompakan KKSS Kepri dan Batam hebat. Meski hujan lebat, semangat warga untuk hadir sangat luar biasa. Ini pertanda baik bagi organisasi,” ujar Mayjen TNI (Purn) Eddy Rate Muis.
Kekompakan yang Menginspirasi
Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, mengaku bangga atas semangat dan kekompakan warga KKSS Batam. “Mungkin saya adalah orang yang paling bahagia malam ini karena acara ini berjalan sukses. Warga yang hadir jauh melampaui perkiraan, meskipun hujan terus mengguyur Batam,” ujarnya.
Ady memiliki alasan untuk merasa bangga, terutama setelah konflik internal yang terjadi pada Muswil IV BPW KKSS Kepri di Tanjungpinang pada Mei 2024. Momen pelantikan ini menunjukkan persatuan KKSS Batam semakin solid.
Semangat Baru untuk KKSS
Pelantikan BPD KKSS Batam periode ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kontribusi KKSS dalam pembangunan di Kota Batam. Meski tantangan menghadang, semangat kekeluargaan dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama organisasi ini.
(A.Ridwan)









