Zufriandi Bantah Desa Mapur Keluarkan Izin Labuh Kapal Pukat Mayang

Bintan – BeritaInvestigasi.com. Terkait Beroperasinya KM Raja Tongkol yang merupakan kapal pukat mayang yang mencari dan menangkap cumi diperairan Mapur bahkan berlabuh, sampai saat ini pihak Desa Mapur sama sekali tidak pernah membuat surat izin kapal pukat tersebut, seperti yang beredar isu bahwa Desa Mapur mengeluarkan surat izin kapal tersebut pengakuan salah satu anak buah kapal (ABK) Selasa (16/06/2020)

Menepis dan membantah tentang isu yang beredar Kepala Desa Mapur Zufriadi mengatakan pada media ini,” Beroperasi KM Raja Tongkol asal Tanjung Balai Karimun didekat perairan Mapur menangkap cumi atas izin pihak mana kita sama sekali tidak tau, dikarenakan itu bukan kewenangan kita,

Pada tanggal 03 juni 2020 pukul 08:15 wib empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Raja Tongkol atas nama
1. Suhada
2. Muhamad Sodikin
3. Agus Sucipto
4. Aziz Hermawan
Melambai pompong nelayan Mapur milik Atan untuk meminta tolong antarkan ke Desa Mapur alasan mau belanja.
Setelah sampai dipelabuhan rakyat Desa Mapur empat ABK kapal naik kepelabuhan.
Kebetulan pada saat itu Kasi pelayanan Desa Mapur Azuhar yang bertugas sebagai Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan kepada ABK kapal kalau mau belanja satu orang aja jangan semuanya.
Ternyata mereka hanya membeli satu buah botol Aqua dan langsung naik kepompong nelayan Mapur milik Muslim untuk menyeberang ke Kijang Kecamatan Bintan Timur yang katanya mau jalan jalan ucap salah satu ABK kapal.

Pada pukul 10:20 wib tanggal 04 Juni 2020 Tekong kapal KM Raja Tongkol atas nama Tian Lai warga RT 08 Meral Tanjung Balai Karimun datang kekantor Desa Mapur dan menanyakan keberadaan empat orang ABK nya yang tidak pulang ke kapal sejak tanggal 03 Juni 2020.

Atas kejadian tersebut Tekong KM Raja Tongkol Tian Lai meminta tolong pada pihak Desa untuk membuat surat keterangan terkait empat ABK nya yang melarikan diri agar dapat melaporkan hal tersebut pada pemilik kapal dan pihak yang bersangkutan (Syahbandar).
Dengan adanya surat keterangan tersebut bisa menjadi acuan apa bila suatu hari mereka ada masalah

Dari kejadian tersebut kita sebagai pihak pelayanan masyarakat hanya bisa memberikan surat keterangan tersebut, terkait empat orang ABK KM Raja Tongkol yang melarikan diri laporan Tekong mereka Tian Lai jadi kita tegaskan disini Desa Mapur tidak pernah mengeluarkan surat izin KM Raja Tongkol untuk beroperasi maupun berlabuh, kita hanya membuat surat keterangan laporan dari Tekong Tian Lai terkait ABK nya yang melarikan diri ucap Zufriadi.

( Obet )

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

mulai berbenah tahun 2016 hingga sekarang.

1 Comment

  1. UNTUK SEMUA WARGA BAIK PEJABAT DAN PEGAWAI PEMERINTAHAN AYOLAH BEKERJA MENGACU PADA ATURAN YANG ADA, JAGA LAUT, TANAH DAN HUTAN KITA UNTUK ANAK CUCU KITA JUGA, PERCUMA KALAU KITA KAYA TAPI ANAK CUCU HIDUP MELARAT SUSAH MENCARI REZEKI NANTI.. PETUGAS YANG MENJAGA PERAIRAN PATROLI LAH, PETUGAS YG BERWENANG MENGELUARKAN SURAT JANGAN KELUARKAN SURAT YANG TAK SEMESTINYA, WARGA YANG PAHAM ADANYA KEGIATAN YANG TIDAK SESUAI ATURAN JANGAN SEGAN MELAPOR.. MELESTARIKAN ALAM DAERAH KITA ITU TANGGUNG JAWAB KITA SEMUA.. HIDUPLAH MENCARI BERKAH DAN RIDHA ALLAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *