oleh

9 ABK Pengangkut CPO PT.PTS Dan 1 Warga Matan Jaya Positif

Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Terdapat 9 orang Anak Buah Kapal(ABK) yang hendak mengangkut minyak CPO di PT. PTS dinyatakan positif Covid-19, hal itu diketahui dari hasil tes Antigen terhadap Kapten dan ABK yang menunjukan hasil Reaktif.

Dari informasi yang dihimpun 14 orang ABK termasuk Kaptennya membawa Kapal tongkang MARINI I dan Takeboad HADI I bersandar di pelabuhan CPO milik PT. PTS di Matan Jaya beberapa hari lalu berasal dari Surabaya.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Suharto HAS mempertanyakan bagaimana sampai Satgas Penanganan Covid-19 bisa Kecolongan.

” Mereka ini masuknya dari muara, yang tentunya di sana ada pos penjagaan, kenapa para ABK itu yang Positif terpapar Virus Corona bisa lolos ke Matan. Apakah di muara sana tidak ada pemeriksaan,” ungkap Suharto kepada Media ini Jumat (23/07/2021).

Dengan adanya 9 orang yang positif, Pria yang akrab di sapa Pak Alang To itu mengkhawatirkan kerawanan terhadap kesehatan warga yang ada di lingkungan Desa Matan.

” Saya khawatir dengan adanya hal ini masyarakat di desa Matan ini menjadi rawan yang kemungkinan bisa terpapar, apalagi jika ke sembilan orang tersebut sudah kontak dengan warga setempat, maka itu bisa membahayakan kesehatan warga kami,” kata Suharto.

Suharto meminta pihak terkait baik dari Forkompinda maupun Forkopimcab agar segera menindaklanjuti perihat tersebut.

” Saya harap pihak terkait baik dari tingkat Kabupaten maupun Kecamatan, agar segera menindaklanjuti masalah ini, sebelum terjadi hal-hal yang dapat merugikan orang banyak dan penularan makin banyak,” ujar Suharto.

Erwin selaku Mantri petugas kesehatan di Desa Matan Jaya saat di di temui membenarkan adanya kasus tersebut.

” Iya betul ada 9 orang ABK yang positif, dari hasil tes Antigen yang kami lakukan terhadap 14 orang, 9 reaktif dan 5 orang non-reaktif,” terang Erwin.

Selanjutnya Erwin mengatakan bahwa ke-9 orang yang positif sudah di isolasi.

” Yang 9 orang positif ditempatkan dalam takeboad, sedang yang 5 orang dalam Tongkang. Dan mereka tidak diijinkan keluar dalam pengawasan,” lanjut Erwin.

Erwin juga menambahkan bahwa ada 1 orang warga Matan yang positif saat di lakukan tes.

” Satu orang warga Matan ada yang positif, setelah kami lakukan tes, dan yang bersangkutan sudah kami minta isolasi mandiri,” tambah Erwin.

Erwin mengatakan perihal tersebut sudah diinformasikan ke Dinas dan telah dikoordinasikan dengan pihak Desa.

” Untuk masalah ini sudah kami laporkan ke Dinas dan kami juga berkoordinasi dengan pihak desa, agar bisa segera diambil tindakan atau langkah guna mengantisipasi kemungkinan yang tidak kita harapkan, kami di sini petugasnya terbatas yang kami khawatirkan nanti akan kewalahan jika tidak segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.  (Vr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed