
Pesawaran, Lampung – Beritainvestigasi.com. Upacara Peringatan HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional tahun 2022 dilaksanakan di Lapangan Krida Yuana Desa Hanura, Kec. Teluk Pandan, Kab. Pesawaran pada Jumat (02/12/2022) sekira pukul 08.30 WIB
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona, K.St, M.M, Kapolres Pesawaran, AKBP Pratomo Widodo, S.I.K, M.Si. (Han), Dandim 0421 / Ls diwakili Pabung, Mayor Inf Ihara Warsa, S.E, Kajari Pesawaran diwakili Kasi Ptun, Hikmah Tanjung Sari, S.H, M.H, Anggota DPRD Kab Pesawaran, Muzakkar, S.Sos, Ketua Himpunan Majelis Taklim Kabupaten Pesawaran, Nanda Indira Dendi, S.E, M.M, Plt Kabag Kesra Kab. Pesawaran, Razak, S.Sos, Camat Teluk Pandan, Edy Sutrisno, S.P, Para Kades se-Kec. Teluk Pandan, Para peserta upacara dan Pers.
Adapun sambutan Menteri Pendidikan dibacakan Bupati Pesawaran.
Para Guru yang saya banggakan dan peserta upacara yang berbahagia. Tiga tahun yang lalu, kita melepas jangkar dan membentangkan layar kapal besar bersama Merdeka Belajar. Ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke sudah kita lewati, laut dengan ombak tinggi dan angin kencang sudah kita hadapi. Ketangguhan ini didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman.
Hal ini juga didorong oleh semangat kita untuk terus berinovasi menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat ke masa depan. Mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak berubah.
Sebenarnya, bukan hanya Guru yang terus didorong untuk berubah. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memacu diri untuk berinovasi, mengubah cara pandang dan cara kerja kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik.
Platform Merdeka Mengajar yang kami luncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya dan berkolaborasi. Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat.
Dalam Platform Merdeka Mengajar, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain.
Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa. Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna Platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru yang tidak takut untuk berinovasi.yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi.
Kami juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomor satukan murid dalam setiap keputusannya yang mampu menjadi Mentor bagi guru-guru lainnya dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya. Inilah generasi baru Kepala Sekolah dan Pengawas.
Sekarang sudah ada 50.000 Guru Penggerak dan tentunya kami masih akan terus mendorong agar makin banyak guru di seluruh penjuru Nusantara menjadi Guru Penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia.
Saya sangat berharap agar seluruh Kepala Daerah dapat segera mengangkat para Guru Penggerak untuk bisa menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, para Inovator di sekolah dan di lingkungan sekitar.
Begitu pula dengan program persiapan calon guru masa depan kita, khususnya melalui transformasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang kini berorientasi pada praktik pengalaman lapangan, mengedepankan metode inkuiridan membiasakan guru melakukan refleksi.
Inovasi lainnya adalah kini perkuliahan PPG jauh lebih terintegrasi dengan sekolah, kampus dan masyarakat melalui sistem digital. Semua ini bertujuan untuk melahirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik dan yang selalu bersemangat untuk berkolaborasi dalam berinovasi.
Saya pun selalu yakin bahwa ide-ide brilian perlu didukung dengan kesejahteraan para guru. Untuk itulah kami saat ini juga terus memprioritaskan pengangkatan Guru Honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).
Saya tidak menutup mata bahwa memang masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam program ini. Karena itulah semua dari kita harus bergotong royong agar target kita, yakni satu juta guru diangkat sebagai ASN PPPK, dapat segera terwujud.
Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati dan banggakan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyamakan arah perjalanan kita menuju satu tujuan bersama, yakni pendidikan Indonesia yang maju, berkualitas dan memerdekakan.
Selamat memperingati HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional Tahun 2022. Terus bentangkan layar kapal besar ini tanpa kenal lelah dengan serempak dan serentak kita hadirkan inovasi dan transformasi, mewujudkan Merdeka Belajar di seluruh penjuru Nusantara.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Satya Lencana pengabdian 10-30 tahun dan Bina Murid perwakilan SD dan SMP.
Dalam kegiatan tersebut juga berlangsung penandatanganan Kerjasama Polres Pesawaran dan PGRI Kabupaten Pesawaran dalam perlindungan Guru di Kabupaten Pesawaran.
Pantauan Awak Media ini, beberapa Personil Polsek setempat, Aipda Ziaur Rahman, Aidpa Penizela, Bripka Fauzan Rakamigo, Bripka Santoso, Bripka Eko Kistianto, Brigpol Obi Muhammad Fadli dan dari Satuan Sabhara diantaranya; Bripka Arahman, Bripka Triyas, Briptu Yogi, Briptu Daniel, Bripda Rayhan, ikut berjaga mengamankan di lokasi, serta dari Satuan Satlantas ; Bripka Imam dan Briptu Ponco, mengatur situasi lalu lintas. (Wesly/Hms Res).
Editor Wesly Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).









