
Kutai Kartanegara – Beritainvestigasi.com. Berbagai langkah terobosan dan inovasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam mengentaskan Stunting.
Salah satunya melalui program Keluarga Idaman Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting (Ragapantas). Selain itu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) juga aktif berjibaku dalam berbagai upaya sosialisasi penurunan angka Stunting
Berdasarkan Perpres 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan. Sementara intervensi gizi sensitif, yakni intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.

Tim percepatan penurunan Stunting Kecamatan Kembang Janggut melakukan sosialisasi yang bertema “Mini Loka Karya Program Percepatan Penurunan Stunting” di Gedung BPU Desa Perdana pada Rabu (11/10/2023) pukul 09.00 – 12.00 WITA. Acara dihadiri oleh pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kecamatan dan Kepala Desa se-Kecamatan Kembang Janggut beserta Bidan Pusban, Posyandu dan Ketua RT.
Nartonius Palan A.Md Gz sebagai Narasumber Ahli aGizi dari Puskesmas Kecamatan Kembang Janggut dalam sambutannya mengajak semua pihak agar bersama-sama berkolaborasi membantu program Percepatan Penurunan Stunting di Kembang Janggut. Ia juga berharap agar Pemerintah Desa selalu fokus terhadap persoalan gizi terhadap Balita dan penurunan angka Stunting pada anak.
“Kami berharap semua Balita yang masuk kategori tata laksana itu bisa diambil tindakan, seperti anak stunting langsung dicek ke rumah bagaimana ekonominya untuk diberikan bantuan, karena banyak sekali penyebab dari faktor luar yang lebih sensitif yang mengarah ke Stunting pada anak seperti kebersihan lingkungan, jamban yang kurang memadai maupun air bersih.

“Harapan Saya setiap desa itu nanti bisa berkolaborasi dengan semua lintas sektor dengan Kecamatan, Kapolsek, Danramil dan bahkan yang terutama pihak perusahaan sekitar karena dari data, hampir semua Balita yang ada di Kecamatan itu dari pihak perusahaan,” ucapnya.
Selain itu, Palan mengaku, sebagai Ahli Gizi dirinya sedikit kewalahan dalam kegiatan Stunting pasalnya dia hanya seorang diri bertugas di Kembang Janggut, meski demikian Palan bersama rekan-rekannya Tim Percepatan Penurunan Stunting selalu aktif dalam bersosialisasi untuk pengentasan Stunting
“Saya berharap ada kerjasama yang bagus dari pihak Desa, Kecamatan, Puskesmas dan Perusahaan di wilayah Sekitar,” katanya.
“Dalam kegiatan Stunting kendalanya pasti ada, Kembang Janggut ini tenaganya cuma satu dengan luas wilayah yang cukup luas di Kembang Janggut dan jujur saja saya sedikit kewalahan dalam menghandle itu tapi saya juga dibantu oleh teman-teman Bidan Pusban meskipun jauh dari kata sempurna tapi itu kita selalu terus mencoba untuk Percepatan Penurunan Stunting,” pungkasnya.















