
Ratusan warga padati Lapangan volly desa Teluk Melano, Simpang Hilir, mengikuti kegiatan Sinema Mikro Pepadah Film
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com Acara nonton bareng/ Sinema Mikro Pepadah Film mendapat simpatik warga yang memadati lapangan volly Desa Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara pada Minggu(21/07/2024).
Nonton bareng ini adalah serangkaian acara yang memasuki hari ke -4 yang dilaksanakan oleh panita, dengan tujuan mengembalikan semangat/motivasi kepada generasi muda dalam melestarikan kebudayaan.
Dimana panitia memperkenalkan kebudayaan lokal melalui pemutaran film karya anak daerah yang juga diperankan oleh aktor dan aktris lokal yang di produksi oleh Lembaga Simpang Mandiri(LSM)Productions yang dipimpin oleh Miftahul Huda.
Selain pemutaran film juga ada diskusi bersama yang menghadirkan narasumber dari penggiat dan budayawan serta tokoh dari Kerajaan Simpang Matan.
Di kesempatan itu pembukaan acara diawali dengan pengantar dari Sutradara film, Kus Haryanto, yang memaparkan tentang film yang akan diputar yang berjudul Bunga Arum Cempane(BAC).
“Saya garap film bergenre budaya karena budaya adalah diri kita sendiri. Film BCA ini terinspirasi karena ingin mengangkat dari silat kampung, mengapa tidak besar (viral atau populer) seperti karate dan lain sebagainya,,?” tutur Kus.

Tak lupa juga untuk kelancaran acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Gusti Muhammad Lisin. Kemudian dilanjut dengan penampilan tari oleh Sanggar Simpang Betuah, yaitu tari “Zepin Belimbor” yang merupakan tari kreasi baru yang berpijak pada akar tradisi di bumi tanah Simpang.
Amru Chanwari mewakili Yayasan kerajaan Simpang Matan merasa bersyukur dan berterimakasih dengan adanya kegiatan yang bernuansa budaya lokal yang dikembangkan oleh LSM.
“Saya berterima kasih kepada Simpang Mandiri yang telah pertama kali membuat workshop pepadah film. Dalam pembuatan film Simpang Mandiri ini telah membuat 56 film dan buat film yang paling viral adalah Belangkait, ” ucap Amru dalam sambutannya.
Hadir dia orang nara sumber dalam acara diskusi yang dipimpin Miftahul Huda selaku Moderator, yang mengetengahkan tentang tata cara berpakaian yang dibawakan oleh Raden Jamahari selaku Seniman sekaligus Budayawan, dan Hasanan yang menerangkan tentang Cagar Budaya.
Serangkaian musik harmoni pimpinan Taufik menghibur para warga yang memadati lapangan, mengingatkan masa dulu sewaktu masyarakat di suguhi Layar Tancap.
Sebelum penutupan acara pembagian doorprize, warga di suguhi pemutaran film Drama Sejarah oleh MTM SMAN 1 Simpang Hilir, yang mengingatkan kepada generasi muda agar belajar sejarah dan harus banyak banyak membaca buku lokal.
Film kedua sekaligus penutup yang diputar adalah; “Bunga Arum Campane” yang dalam ceritanya terdapat pendekatan romantis, aksi, dan komedi yang dikemas melalui kearifan lokal pariwisata dan budaya. Film ini terinspirasi dari budaya silat kampung.
Sr/Red









