
Tebingtinggi, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com
Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi kembali mencuat ke publik dengan isu negatif yang tak kunjung berhenti. Setelah mencuatnya kasus jual beli kamar, kini muncul dugaan praktek penipuan online (lodes) yang diduga dikendalikan oleh sejumlah narapidana, termasuk Polman Pangaribuan dan Gelek. Senin, (21/04/2025).
Sumber kepada media ini menyebut bahwa Polman dan Gelek yang diduga kuat memiliki kendali atas aktivitas ilegal di dalam lapas tersebut, dan mereka bukanlah satu-satunya pihak yang terlibat, namun keduanya disebut sebagai sosok yang memegang kendali utama.
“Polman itu otaknya. Semua kegiatan lodes diatur dia. Mau pakai HP, mau kirim hasil, semua lewat dia,” ujar seorang narasumber yang juga merupakan warga binaan di Lapas tersebut.
Namun, tidak hanya Polman dan Gelek yang terlibat. Beberapa nama lain juga disebut-sebut memiliki pengaruh besar di dalam Lapas Tebing Tinggi, menjalankan bisnis gelap secara terkoordinasi.
“Mereka ini udah kayak bos-bos di dalam. Ada yang kontrol kamar, ada yang jaga HP. Agar semua berjalan lancar,” jelas narasumber.
Masih dengan kata narasumber, sistem tersebut berjalan lancar, diduga karena adanya keterlibatan oknum petugas lapas tersebut yang mendukung operasi ilegal ini.
“Kalau gak ada yang bantu dari dalam, mana bisa jalan. Semua udah terstruktur. Ada bagian yang ngawasin HP, ada yang bantu setor hasil,” pungkas sumber.
Aktivitas ini disebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan hasil dari penipuan online atau praktik modus lodes digunakan untuk membayar fasilitas kamar mewah dan memberi ‘jatah’ kepada oknum yang terlibat.
“Polman itu udah kayak raja kecil. Semua orang di sini tahu dia yang ngatur, semua harus bayar,” tambahnya
” Kami para penghuni lapas redah dan berharap agar aktivitas ilegal ini segera dihentikan. Mereka khawatir, citra lapas yang seharusnya menjadi tempat pembinaan, justru tercemar akibat aksi-aksi ilegal tersebut,” ujarnya pula
“Kami di sini pengen tenang. Biar bisa bebas dengan bersih. Tapi kalau kayak gini terus, semua kena imbas. Tolong bang, beritakan biar ada yang turun tangan,” ucapnya meminta
Terpisah saat di konfirmasi Kepala Keamanan Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Rudy Budiman Purba, hingga saat ini belum memberikan tanggapan
Masyarakat kini menunggu tindak lanjut dari Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Kantor Wilayah Sumatera Utara, dengan harapan dapat di usut tuntas hingga menindak semua pihak yang terlibat. (Tim)












