Polda Riau Grebek Toko Distributor Beras Oplosan di Pekanbaru, 1 Tersangka Ditangkap

Pekanbaru, Riau – Beritainvestigasi.com Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil mengungkap praktik curang terkait Beras oplosan. Polisi langsung mengamankan distributor atau agen yang menjual beras oplosan itu, di Jalan Mulyorejo, Kota Pekanbaru, Rabu (24/7/2025) lalu.

Dalam operasi itu, Polisi menyita 9000 Kg (9 ton) beras oplosan dari Toko terduga pelaku. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, bahwa pengungkapan ini merupakan arahan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak-lanjuti kejahatan yang merugikan Konsumen.

“Tentu saja arahan Bapak Kapolri ini adalah bagaimana Kita bisa hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah tengah masyarakat lewat upaya-upaya yang nantinya situasi kamtibmas tercapai dengan baik,” ucap Irjen Herry Heryawan, Sabtu (26/7/2025).

Dalam penggerebekan tersebut, Polda Riau melalui Direktorat Reskrimsus Polda Riau dibawah pimpinan Kombes Ade Kuncoro menangkap seorang tersangka dengan inisial R yang merupakan distributor Beras oplosan.

Berikut, modus Pelaku

Berdasarkan pengakuan tersangka, ada 2 (dua) modus operandi yang di jalankannya. Modus pertama adalah mengoplos beras Subsidi SPHP produk Bulog yang kemudian, dikolak atau dioplos dengan beras berkualitas buruk atau reject.

“Pelaku membeli beras kualitas buruk, beras reject, yang terkait Undang – undang Perlindungan Konsumen,” terang Kombes Ade Kuncoro.

Modus kedua, Pelaku membeli beras kualitas rendah dari wilayah Pelalawan dan mengemas ulang dalam karung- karung bermerek premium ;seperti, Aira, Family, Anak Dara Merah, dan Kuriak Kusuik, sehingga tampak seolah-olah sebagai Beras berkualitas (Premium).

Menurut Kapolda, tindakan ini mencederai niat baik pemerintah dalam program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, yang ditujukan untuk memastikan masyarakat mendapat akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.

“Presiden sendiri sudah menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional, karena seluruh ekosistem produksinya di dukung oleh uang rakyat, mulai dari pupuk, BBM, irigasi, hingga subsidi. Ketika pelaku serakah justru merusaknya untuk keuntungan pribadi, itulah yang disebut Presiden sebagai ‘serakahnomics’,” tegas Kapolda.

pengungkapan ini diharapkan sebagai warning keras terhadap siapapun,agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat (Konsumen). Dan ,tindakan tegas dari pihak Kepolisian ini mendapatkan apresiasi dari Masyarakat, serta, dari Menteri Pertanian (Mentan RI). (H.Sihombing)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *